Yuk, Cari Tahu Kualitas Oli Mesin Singlegrade dan Multigrade!

Memiliki kendaraan yang biasa menemani aktivitas sehari-hari yang super padat, jangan hanya digunakan saja tanpa melakukan perawatan apapun. Menjaga performa kendaraan tetap prima sangat penting, supaya kendaraan kesayangan ini tetap awet dan siap digunakan untuk menghadapi tantangan aktivitas sehari-hari. Salah satu perawatan mendasar yang harus rutin dilakukan adalah ganti oli secara berkala. Namun, sudahkah Anda memilih jenis oli yang tepat?



Dalam memilih pelumas, perhatikanlah kode SAE. SAE ini merupakan indeks kekentalan cairan yang ada pada oli mesin. SAE merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers sebagai badan atau lembaga internasional yang menetapkan indeks kekentalan oli secara internasional. Hal ini berarti tingkat kekentalan oli sudah diklasifikasikan berdasarkan sistem numerik yang mereka tetapkan guna mengetahui tingkat kekentalan pelumas mesin berdasarkan suhu yang sudah ditetapkan. SAE ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Single grade dan Multi grade.

Apakah oli single grade lebih baik dari multigrade? Atau justru kebalikannya? Jawabannya adalah keduanya sama-sama baik, tergantung pada kondisi kendaraan serta lingkungan ketika berkendara. Pada dasarnya kualitas oli ditentukan oleh bahan dasar dan zat aditif yang digunakan. Semakin lengkap aditif yang terkandung dalam sebuah oli, maka dapat dipastikan bahwa kualitas oli tersebut semakin bagus. Sedangkan tingkat kekentalan oli atau viskositas merupakan kemampuan oli menahan aliran suatu cairan yang penggunaannya disesuaikan bagi masing-masing kebutuhan mesin. Semakin berat kerja mesin, maka membutuhkan oli yang lebih kental untuk menghindari mesin yang jadi cepat panas atau overheat.

Nah, seperti yang telah disinggung di atas, jenis kekentalan oli terbagi menjadi dua jenis yaitu singlegrade dan multigrade. Saat pertama kali oli muncul, jenis kekentalan yang ada hanya singlegrade atau satu jenis saja, misalnya SAE40. Oli singlegrade pas untuk kondisi berkendara di negara yang memiliki cuaca stabil atau tidak dipengaruhi oleh perubahan temperatur.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman serta adanya permintaan dari pasar, kini oli mesin mulai berubah ke jenis multigrade. Yang artinya oli tersebut memiliki 2 tingkat viskositas sekaligus, seperti SAE 15W40. Huruf W ini merupakan singkatan dari Winter. Jadi, apabila Anda menemukan produk oli SAE 15W40, artinya oli ini akan berada pada tingkat kekentalan SAE 10 ketika suhu mesin dingin. Sedangkan angka setelah W atau yang paling belakang menunjukkan tingkat kekentalan oli ketika mesin dalam kondisi bekerja atau sudah panas.

Oli multigrade diproduksi untuk memudahkan proses penghidupan mesin, terlebih di daerah bersuhu dingin yang ekstrem. Selain itu, juga untuk tetap melindungi komponen mesin ketika mesin sudah mencapai suhu kerja. Dengan kata lain, oli multigrade mempunyai tingkat kekentalan yang stabil terhadap perubahan temperatur pada mesin.

Bayangkan saja apabila Anda menggunakan oli single grade SAE 40W. Memang ketika mesin bekerja dan temperatur mesin meningkat, oli akan bekerja dengan baik untuk menghindari elemen mesin saling bergesekan. Akan tetapi, ketika mobil ingin dinyalakan di keesokan paginya, kondisi mesin mobil sudah dingin, lalu oli mesin yang digunakan memiliki tingkat kekentalan yang tinggi. Maka yang terjadi adalah oli tidak akan terpompa sehingga tidak mampu melumasi mesin dengan maksimal.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa oli multigrade lebih bisa mendorong performa mesin kendaraan Anda sebab lebih stabil dalam melumasi mesin. Direkomendasikan, kunjungilah situs mobil.co.id untuk mendapatkan jenis oli mesin yang sesuai dengan kendaraan Anda.

Tidak ada komentar