Hujan Adalah Berkah, tapi Waspadai Demam Berdarah (DBD)

Hujan Adalah Berkah, tapi Waspadai Demam Berdarah (DBD)

Hujan, tak dapat dipungkiri adalah berkah dari Tuhan bagi kita dan juga makhluk-makhluk yang ada di bumi. Meskipun ini adalah berkah yang banyak dinantikan oleh banyak orang dan banyak makhluk Tuhan lainnya, namun ketika musim hujan tiba kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, hujan kadang bisa menimbulkan bencana atau meningkatkan resiko terkena penyakit. Seperti banjir hingga demam berdarah (DBD) misalnya.

Tapi disini saya tidak akan membahas tentang banjir melainkan, DBD yang perlu diwaspadai. Baik oleh diri kita sendiri sebagai orang dewasa maupun anggota keluarga, terutama anak-anak. Mengapa?

gejala DBD


Tidak seperti orang dewasa yang lebih mengerti dan lebih bisa melindungi diri serta melakukan pencegahan, anak-anak justru cenderung tidak peduli dengan apapun yang berpotensi menyebabkan mereka sakit atau membahayakan jiwa mereka. Disinilah peran kita sebagai orang tua dituntut untuk aktif melindungi mereka dari berbagai bahaya yang mengintai, terutama bahaya DBD di musim hujan. Sudah ada banyak pengalaman yang mengharuskan saya untuk mewaspadai DBD di musim hujan.

Mulai dari pengalaman ketika berada di Kalimantan dulu. Di mana, anak tetangga kami yang masih berusia balita terpaksa harus direlakan karena terlambat mendapatkan penanganan akibat penyakit DBD. Hingga, pengalaman dengan keluarga sendiri, di mana orang tua (Bapak) juga pernah masuk rumah sakit selama berminggu-minggu akibat terkena penyakit yang dibawa oleh nyamuk aides aegypti ini.

Nah Bunda, untuk mewaspadai penyakit ini, kita perlu melakukan beberapa hal yang dapat mencegah atau setidaknya mengurangi perkembangbiakan nyamuk betina aedes aegypti si pembawa virus dengue. Caranya adalah dengan memahami siklus penularannya serta harus menyediakan obat yang dapat digunakan untuk meringankan gejalanya, seperti Termorex misalnya.

Waspada demam berdarah di musim hujan dan ketahui cara penularannya


Mengenali cara penularan virus dengue oleh nyamuk merupakan cara terbaik untuk mencegah virus tersebut menginfeksi manusia, khususnya kepada anggota keluarga. Agar bisa mewaspadai dan mencegah anak terkena demam berdarah, berikut adalah ulasan singkat siklus penularan penyakit demam berdarah yang sebaiknya Anda tahu.

1. Penyebab demam berdarah

Nyamuk aedes aegypti betina adalah yang paling harus diwaspadai. Karena, hanya nyamuk aedes aegypti betina yang membawa virus DBD dan menghisap darah. Mengapa? Nyamuk betina membutuhkan darah untuk mematangkan (memproduksi) telur. Kenali ciri-ciri nyamuk DBD yang bernama aedes aegypti ini agar Anda bisa meningkatkan kewaspadaan. Adapun ciri-cirinya antara lain:


  • Tubuhnya berwarna belang (hitam-putih)
  • Ukuran tubuhnya kecil
  • Bisa berkeliaran sejauh 400 meter
  • Suka berada di genangan air yang bersih
  • Aktif mencari mangsa di pagi dan sore hari. Yaitu, 2 jam setelah matahari terbit dan 2 jam sebelum terbenam


2. Dari mana nyamuk betina aedes aegypti mendapatkan virus dengue?

Virus dengue akan masuk ke tubuh nyamuk aedes aegypti betina bersamaan dengan darah manusia yang telah terinfeksi virus tersebut. Dengan menghisap darah orang yang sakit demam berdarah, maka secara otomatis virus tersebut akan masuk dan menginfeksi tubuh nyamuk betina.

Setelah berada di dalam tubuh nyamuk, virus akan menginfeksi perut nyamuk bagian tengah, lalu menjalar kebagian kelenjar liur. Apabila dalam jangka waktu 8 - 12 hari nyamuk yang sudah terinfeksi virus dengue tersebut menggigit orang lain yang sehat, maka virus yang terdapat pada nyamuk akan ditularkan melalui kelenjar liur nyamuk kepada orang sehat tersebut.

Jadi, apabila ada tetangga yang didiagnosa terkena demam berdarah, maka kewaspadaan Anda perlu ditingkatkan. Teruslah membaca artikel ini hingga tuntas agar bisa mengetahui cara mencegah anak atau anggota keluarga tertular penyakit DBD.

3. Siklus DBD

Siklus penularan demam berdarah umumnya melalui empat tahap, yaitu:

  1. Nyamuk berkembangbiak di genangan air
  2. Setelah dewasa nyamuk betina akan menggigit manusia yang telah terinfeksi virus dengue
  3. Virus tersebut akan menginfeksi nyamuk, lalu nyamuk akan menggigit orang lain dan menularkan virus yang dibawanya
  4. Nyamuk yang sudah mendapatkan darah akan mematangkan telurnya hingga mentas dan berkembang biak di genangan air

Dimana nyamuk aedes aegypti berkembang biak?

Nyamuk betina berkembang biak di genangan air yang tenang dan bersih, bukan air mengalir atau air kotor yang keruh. Karena itulah, kita perlu mewaspadai genangan-genangan air yang biasanya banyak sekali muncul di musim hujan. Seperti di parit, pada benda-benda yang dapat menampung air, hingga penampungan air di rumah seperti bak mandi serta tandon. Sebelum musim hujan tiba, cobalah untuk menyempatkan diri membersihkan dan memperlancar selokan. Jika memungkinkan, lakukan kegiatan gotong royong bersama tetangga atau warga kampung.

Tempat-tempat penampungan air di rumah sebaiknya dikuras dan dibersihkan secara rutin seminggu dua kali atau paling tidak seminggu sekali. Agar perkembangbiakan nyamuk tidak terjadi di tempat-tempat penampungan air, Anda bisa menutup tong hingga tandon rapat-rapat atau gunakan obat ABT.

Selain itu, memelihara ikan di tempat-tempat yang tergenang seperti kolam hingga selokan adalah cara terbaik untuk membasmi jentik-jentik secara alami. Semua benda-benda yang berpotensi menampung air sebaiknya dikubur jika tidak dibutuhkan, atau disimpan di gudang jika masih dibutuhkan.

Solusi mencegah penularan demam berdarah kepada anak dan keluarga

Agar anak tidak mudah tertular penyakit demam berdarah, maka kita perlu melakukan pencegahan. Bisa dengan beberapa beberapa cara berikut ini.

1. Nyamuk biasanya aktif berburu antara pukul 9.00 pagi hingga pukul 11.00 siang dan pukul 15.00 hingga pukul 18.00 sore. Pada saat-saat tersebut, cegah anak-anak agar tidak bermain di kebun. Atau, jika mereka tetap ingin bermain di luar, lindungi tubuh mereka dengan menggunakan:

  • Lotion anti nyamuk
  • Dengan menggunakan pakaian yang tertutup
  • Kenakan pakaian pada anak karena pakaian berwarna cerah biasanya akan dihindari oleh nyamuk. Sebaliknya, nyamuk suka dan cenderung tertarik pada orang yang berpakaian hitam atau berwarna gelap

2. Terapkan 3M, yaitu:

  • Menguras secara rutin tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tong, tempayan, ataupun tandon yang terbuka
  • Menutup tempat-tempat penampungan air
  •  Mengubur barang-barang tidak terpakai yang berpotensi menampung air
3. Jangan gunakan wewangian yang berbau bunga karena dapat menarik perhatian nyamuk
Tanam tumbuhan yang dapat mengusir serangga serta nyamuk seperti sereh, lavender, rosmarin, selasih, kecombrang, hingga papermint

4.  Jangan biasakan menggantung baju kotor di belakang pintu. Sebisa mungkin, baju-baju sebaiknya digantung di dalam lemari yang tertutup jika bersih. Jika baju kotor, sebaiknya tempatkan di dalam keranjang atau wadah yang tertutup dan hindari menggantungnya di belakang pintu atau di samping lemari. Karena tempat-tempat yang lembab dan hangat kerap dijadikan sebagai sarang oleh nyamuk

5. Cat rumah dengan menggunakan warna terang. Rumah yang dicat berwarna gelap lebih disukai oleh nyamuk sebagai tempat tinggal dibandingkan dengan rumah yang dicat berwarna cerah, seperti warna kuning atau putih

Selalu sediakan obat penurun demam seperti Termorex


Termorex adalah contoh obat demam yang sebaiknya selalu tersedia di rumah, terutama di musim hujan. Obat penurun panas anak ini akan sangat membantu apabila kita tidak bisa langsung membawa anak ke rumah sakit atau ke dokter untuk diperiksa dan dirawat.

Mengapa kita perlu menyediakan obat demam?

Demam adalah satu dari sekian gejala DBD. Demam ringan tanpa diikuti gejala tertentu atau demam tinggi hingga 400 Celcius tetap harus diwaspadai karena bisa jadi disebabkan oleh DBD. Selain demam, berikut adalah beberapa gejala DBD lainnya.


  • Pusing atau sakit kepala
  • Nyeri di seluruh badan terutama tulang dan otot serta sendi. Gejala ini biasanya akan muncul antara 4 - 7 hari setelah digigit nyamuk aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue
  • Mual dan muntah-muntah
  • Beberapa anak mungkin akan mengalami gejala berupa ruam-ruam atau bintik-bintik merah pada kulit, yang dapat ditemukan di sekujur tubuh. Gejala ini biasanya muncul setelah digigit antara 3 - 4 hari dan akan berkurang setelah 1 - 2 hari kemudian
  • Pendarahan pada gusi atau memar berwarna keunguan
  • Mimisan atau pendarahan di hidung
  • Tekanan darah menurun drastis


Kapanpun anak mengalami gejala demam berdarah, pastikan Anda segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa dan agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat. Apabila demam terjadi di malam hari dan tidak memungkinkan Anda untuk membawanya ke rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan terdekat, pastikan Anda berusaha menurunkan demam anak dengan menggunakan obat seperti Termorex atau obat yang mengandung paracetamol.

Kondisikan rumah agar bisa menjadi tempat beristirahat yang baik bagi anak. Selain diberikan obat demam, anak juga bisa dikompres untuk menurunkan panas tubuh mereka. Selain menyediakan obat penurun demam (seperti Termorex misalnya), saya juga sangat menganjurkan agar ibu-ibu mau menyediakan termometer (digital) di rumah.

Jika memungkinkan, belilah termometer yang bagus, yang dapat memunculkan hasil suhu tubuh dengan cepat. Meskipun harganya agak mahal dibandingkan dengan termometer yang berkualitas rendah, tapi kecepatannya memunculkan hasil akan sangat membantu. Terlebih, jika anak rewel. Berdasarkan pengalaman, termometer sangat membantu saya dalam memonitor suhu tubuh anak dan bisa juga memberikan saya perasaan tenang. Mengapa?

Ketika anak demam, kita harus selalu mengontrol suhu tubuhnya. Berbekal termometer, kita bisa mengetahui apabila suhu tubuh mereka terlalu tinggi. Jika suhu tubuh anak mendekati batas maksimal (400 C). Kita harus segera memberikan mereka Termorex atau obat penurun demam lainnya.

Termometer juga bisa digunakan untuk mengetahui penurunan suhu tubuh anak. Mengetahui bahwa suhu tubuh buah hati turun, bisa memberikan kita perasaan tenang. Dengan begitu, rasa cemas yang membuat kita sulit beristirahat bisa dihilangkan. Ini sangat kita butuhkan mengingat, ketika anak sakit, seringkali kita sebagai ortu merasa sangat khawatir hingga kurang beristirahat dan jatuh sakit.

Perbanyak pengetahuan soal DBD

Agar lebih mudah mengantisipasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat penyakit demam berdarah, Bunda perlu banyak-banyak membaca dan menambah pengetahuan seputar cara mencegah demam berdarah serta bagaimana mengobatinya.

Website Panduan Bunda yang beralamat di https://wwwpanduanbunda.com merupakan salah satu tempat dimana Anda bisa mendapatkan banyak pengetahuan seputar penyakit demam berdarah serta cara mengatasi dan mencegahnya.

Selain membaca di website mereka, Bunda juga bisa follow akun sosial media Panduan Bunda jika ingin lebih update dengan info-info terbaru.


  • Facebook: https://www.facebook.com/panduanbunda/
  • Instagram: @panduanbunda, atau
  • Twitter: https://twitter.com/panduanbunda