Monday, February 6, 2012

Rasanya Itu...

 

Rasanya itu.... Seperti kehilangan banyak cairan dalam tubuh dengan tidak sengaja atau mungkin anaconda-anaconda dalam perut udah mulai naik ke kerongkongan dan siap memakan kepalaku sendiri. Begitulah arti menulis dalam keseharian saya. Menulis sudah seperti hal yang gak bisa saya tinggalkan, saya bingung, galau, sedih, suntuk dan berasa membawa beban yang begitu berat saat saya kehilangan ide untuk menulis. Saya kehilangan semuanya, saya ingin berfikir lalu menulis tapi saya tidak mampu, letih dan ingin bersandar dalam tubuh huruf-huruf yang menguatkan saya.

Waktu saya tidak teratur dengan baik, berantakan, bingung sendiri bahkan untuk duduk diam di depan Netbook keesayangan barang sebentar saja untuk "memebuang" beban yang saya pikul rasanya sudah tidak sempat lagi. Saya ada dalam tubuh orang lain, saya ada dalam lingkungan yang sama sekali tidak pernah saya inginkan, dan saya Tertekan :(.


Seperti botol yang terisi air panas, jika tidak semakin mengeras, ia akan meleleh dan akhirnya mengecil, keriput, kisut jelek, hah,....

Kebebebasan itu benar-benar saya tunggu, saya akan jalani apapun sebagaimana semestinya dan seharusnya, saya tidak takut untuk memulai semuanya dari awal kembali, saya akan berusaha "jatuh" untuk bisa melompat jauh lebih tinggi.. dan itulah saya dala sebagian kecil kebingungan yang tak pernah ketemu jawabnya.

Jika saya tidak dapat memenuhi "sesuatu" yang di berikan kepada saya.. saya akan mengganti semuanya. Untuk mulai memandang wajah di depan cermin saja, saja mebutuhkan banyak keberanian. Bukan karena saya takut melihat jerawat kecil kecil yang emang saya malas mengurusnya, tapi lebih kepada bagaimana saya berani untuk memandang wajah bodoh saya untuk tetap bertahan dengan keadaan seperti ini. Saya bahkan tidak tahu bagaimana saya harus mengakhirinya sebelum hari itu terjadi.

Ia bagai riuh ombak yang ingin menelan mangsa..
Melonjak-lonjak penuh dengan kobaran muak...
Aku kalah.. kalahkah aku..
Aku lupa, bagaimana senja menjemput mentarinya..
Aku lupa bagaimana semburat jingga itu di telan awan hitam penggantinya..
Aku juga lupa, Bagaimana ia akan muncul kembali esok hari..

Mentari tak pernah menemuiku kembali..
Mentari menjauhiku pergi..
Mentari membiarkan aku berjalan dalam kegelapan..
Aku terasingkan..
Aku tak diacuhkan..

Di pinggiran sepi berbentang ilalang..
Aku bagai Ruh lepas dari raga..
Raga sang jelata tanpa mentari dalam hidupnya..

Mentari Pergi..
Mentari sunyi..
Hilang...

Saya akan menjadi apa yang saya inginkan, saya akan bangkit dan membangun semuanya kembali dari awal bagaimana saya hidup dan membuka mata. Hey.. Hey... Saya bahkan tidak menganggap diri saya sedang dalam persoalan yang ruet, saya hanya ingin menulis dan tidak meninggalkan jombloku. Kapan saya akan belajr jika saya terus menulis dengan bagaimana cara saya membangkitkan diri saya sendiri yang terpuruk oleh keadaan yang membuat saya tertekan. Dulu saya tidak bisa menuliskannya, saya dulu sangat bodoh, tapi sekarang udah lumayan.. Pinter dikit hehe..

Udah ah... Mau belanja dulu, masak, bayar listrik, ke bengkel, setrika, beresin rumah, dan beresin pikiran yang rada mulai kaco balo, ya Allah... kalau dirasa-rasain, hidupku itu indah ya Allah.. cuma saya yang sering membuat diri saya sendiri ruet, Astaghfirullah... bawa saya ddalam kebaikan, jika saya "agak rusak" akhir-akhir ini, pertemukan saya dengan Mentari yang saya inginkan Ya Allah..

Terimakasih untuk telah tetap mengizinkan nafas masuk dalam rongga paru-paru saya, Semoga hati saya bangkit dari "kematian suri" ini. Selamat pagi Blogger,memanage waktu itu sedikit ruet yah hehe...

18 comments:

  1. mba kta2nya itu beuh menyentih banget , ,
    senang berkunjung ke blog mba

    ReplyDelete
  2. rasanya rame toh. hehee...stroberi kaleeee

    ReplyDelete
  3. baru pertama kali berkunjung, artikel2 d,Blog ini sangat menginspirasi saya.. Thanks Mrs. Khusnul Khotimah ..

    ReplyDelete
  4. hidup tidak bisa kita tentukan kapan kita senang kapan kita bisa sudah,,terkadang hidup pasti banyak cobaan dan kita harus tetap semangat, berdoa dan tetap pada keyakinan kita.

    ReplyDelete
  5. Mbak.. ni kunjungan dari sidekil..

    tapi saya suka sekali dengan artikelnya.. semngat dan sabar mbak

    ReplyDelete
  6. Memang terkadang jadi seorang penulis itu seperti menjadi orang lain yang ada dalam pikirannya. Berusaha merasuk untuk menemukan karakter sosok yg akan ditulis. Kadang juga otak terasa stag bila idenya tidak muncul, sementara deadline sudah mulai mendekat.

    Happy writting sist.. Salam kenal, semoga sukses selalu :)

    ReplyDelete
  7. wuidih.... keren coy.... puisinya... aduhai...

    tapi saya kesinggung tuh sama kalimat ini nih... "ia akan meleleh dan akhirnya mengecil, keriput, kisut jelek, hah,..."

    jgn2 ngomongin saya ya....? saya kan kurus kering meronta-ronta... XD

    ReplyDelete
  8. catatan yang begitu menggugah...
    Kunjungan pertama saya..
    kunjungi juga dan follow kembali Blog saya

    ReplyDelete
  9. kata2 yang didasarkan pada pengalaman pribadi, dapat menjadi inspirasi

    ReplyDelete
  10. selalu,,, puisi-puisi *dari hati* tetap menarik hati untuk dibaca.

    kekuatan kata-kata dari setiap ide yang tercipta seakan membius dan menyuntikkan 'vakum' keseluruh jiwa.

    ah... bagus banget itu mbak :)

    ReplyDelete
  11. Seperti biasanya kata kata mbak inuel nggak puitis tapi bermakna dalam bagi yang baca. hehehe aku suka banget kata kata ini Aku lupa, bagaimana senja menjemput mentarinya..
    Aku lupa bagaimana semburat jingga itu di telan awan hitam penggantinya

    ReplyDelete
  12. nice :)
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

    ReplyDelete
  13. Saya tidak suka menulis, tapi sekarang lagi belajar menulis dan belajar menyukai menulis.... salam kenal...

    ReplyDelete
  14. Menulis memang sangat mengasikkan... bahkan kita sering lupa waktu klo lg sedang asyik menulis... :-D

    ReplyDelete
  15. Excellent post. I was checking continuously this blog and I’m impressed!

    ReplyDelete