Wednesday, June 5, 2013

Kekuatan dalam Lingkaran Tarbiyah


Lingkaran.. yah sebuah lingkaran, saya menyukai lingkaran karena dia bebas, luas, tak terbatas oleh titik-titik yang tidak penting di setiap sudutnya. Saya menyukai lingkaran karena dia memiliki sebuah kekuatan, lingkaran yang tak pernah berhenti dan tak pernah takut akan sebuah titik. Dia akan terus menggelinding dan terus menggelinding. Lingkaran juga memberikan arti yang tak bisa di artikan, bingung kan.. ya sama kalo begitu dengan saya haha.

Kekuatan dalam Lingkaran yang saya maksud adalah, sebuah komunitas yang baru saya temuin satu tahun terakhir. Saat itu sahabat saya Rini yang endut, imuet dan ternyata dia itu sangat perasa seperti karirnya lah yang jadi seorang guru di sebuah RA di denpasar. Saya di ajak ke suatu tempat yang belum pernah saya datangi, mereka menamainya Liqo' yang terdiri dari 1 Murobbi dan beberapa anak didik yang disebut Mutorobbi, ungkapan dan istilah ini juga saya baru dengar baru-baru ini, sejak saya menjadi salah satu bagian dari lubang lingkaran itu.

Dalam komunitas ini, saya mendapatkan banyak siraman jiwa yang begitu dahsyat. Ilmu yang saya rindukan, sekolah yang saya impikan dan semua yang berada dalam lingkaran itu adalah bagian dari jiwa saya. Saya menemukan tempat yang pas, tempat yang baik dan tempat yang hati saya selalu merindukannya. Liqo' membawa saya kepada kehidupan yang jauh lebih baik, pondasi-pondasi agama yang dari dulu merapuh kini hanya dalam ucapan sang Murobbi saya mampu tergerak menguat dan terus membaik, semua karena Allah.. Hanya karena Allah.

Efeknya sungguh luar biasa, saya sering menangis menyesali dosa-dosa saya yang ketika air mata jatuh karena sebuah penyesalan akan dosa, seperti tangan Allah sedang meninabobokkan saya dengan nyanyiannya yang begitu indah. Seperti Nabi Muhammad yang membimbing saya, membantu saya berjalan yang awalnya tergopoh. Seperti itulah jika saya merasakan menangis karena takut kepada Allah.


Dan karena Lingkaran inilah saya kembali menemui Bali, yang waktu itu niat pertama saya adalah menemukan seseorang yang dulu tidak terlalu penting berubah menjadi hanya karena Lingkaran, saya ingin terus berada dalam lingkaran ini.

Saya merasakan saya memiliki banyak saudara, saya memiliki banyak sahabat-sahabat yang begitu baik. Saya menemukan diri saya dalam ikatan ini. Saya menemukan banyak kebaikan dan perbaikan hati dalam lingkaran ini. Hingga suatu hari saya berfikir, sayapun siap menikah tanpa saya tahu orangnya seperti apa karena saya sudah percaya kepada Allah yang telah mempercayakan kepada Murobbi saya untuk memilihkan jodoh untuk saya.

Saya tak peduli bagaimana pandangan orang yang salah kaprah "kalau enggak pacaran dulu, dari mana tahu kepribadian calon suami". Bahkan orang tua saya saja heran dengan istilah seperti itu, dan saya maklum serta memakluminya. Bagaimanapun.. dari tangan mereka saya menjadi pribadi yang seperti ini, dari tangan mereka saya menjadi orang yang berani bertindak menuruti diri saya sendiri, Dari didikan mereka saya menjadi orang yang selalu merasa spesial, merasa sangat bahagia dan begitu beruntungnya memiliki ayah dan Ibu seperti mereka.

Ayah dan Ibu yang selalu mendukung saya, menjaaga saya dengan do'a-do'anya, memelihara saya setiap hari meskipun saya jauh dari mereka. Dari tangan mereka saya menjadi wanita yang kuat, percaya diri dan berani menjadi diri sendiri. Saya berfikir.. bagaimana jika keluarga saya tidak memperhatikan saya, bagaimana jika mereka tidak pernah mengabari saya, sms tlp setiap hari, saya tidak pernah memikirkannya karena saya tidak ingin seperti itu.

Hingga suatu hari seseorang datang menawari saya sebuah kehidupan baru yang bukan dari seorang Tarbiyah. Jujur.. sekali, waktu itu saya sudah sangat ingin Move On, saya ingin jauh dan pergi dari kisah-kisah tak penting itu, saya sudah muak menunggu, saya sudah bosan memelihara rasa saya sendiri dan saya sudah ingin pergi dan lari sejauh mungkin dari perasaan saya sendiri. Tapi kemudian tawaran menikah itu datang, saya ragu. saya meragukan diri saya sendiri, saya meragukan dia, saya ragu dengan perasaan saya, masih atau sudah tidak ada.

Setiap pekan saya kembali kepada Lingkaran, Iman saya kembali terupgrade dan saya kembali kepada Allah. Saya memohon kepada Allah yang terbaik untuk kehidupan saya. jalan keluar yang tepat, menangis dan mengais keputusan Allah untuk saya.

Hingga saya berani berkata, " jangan temui saya kalau tidak untuk menikah dengan saya, karena saya tidak ingin disakiti lagi". Setelah bertahun-tahun lamanya saya tidak pernah memiliki hubungan dengan siapapun, saya tidak pernah berpacaran dengan siapapun, dan mungkin saya hanya memiliki satu perasaan yang penuh dengan lika-liku juga gangguan termasuk kepada jiwa saya *gak sampek gila* :D. Saya yang ingin mencoba dengan yang lain dan saya yang selalu saja ingin Move On dan saat itu juga usaha saya yang gagal, hah.... entahlah.

Lingkaran ini.. Saya tidak harus meninggalkannya ketika saya sudah menjadi istri seseorang, ketika saya tidak lagi berada di Bali, ketika saya tidak bersama Murobbi saya yang begitu baik, Murobbi yang sabar, Murobbi yang memberikan banyak ilmu kepada saya. Ketika saya tidak lagi bersama teman-teman Liqo' yang saya jumpai setiap minggu, ketika saya tidak bersama Rini, teman yang membawa saya kepada perubahan ini, Allah telah mengirim dia sebagai orang yang tepat untuk perubahan yang saya miliki sekarang. Lalu melepaskan saya dengan kebahagiaan dan begitu banyak sahabat, dia tak akan pernah terlupakan menjadi sahabat yang begitu special untuk saya, gak akan pernah.

Ketika saya tak lagi bertemu dengan Guru makhorijul Huruf saya yang imuet, saya ingin terus belajar al-qur'an, sahabat-sahabat liqo' saya yang keras kepala, yang penyabar, yang pendiam, yang cerewet dan cuek, yang netral, yang Rame.. Saya akan merindukan mereka semua, saya akan sangat rindu kepada suasana itu, Semoga Allah tetap menjaga ukhuwah ini meski saya jauh dan begitu jauh. Saya seperti akan pergi kemana saja ini ya haha... Saya sedih tapi saya bahagia, saya berat tapi kaki saya ringan.

Inilah kehidupan, ada yang ditinggalkan dan ada yang di datangi. Saya tidak tahu teman Liqo' saya menilai saya seperti apa.. Dari tempat saya bekerja yang kesemua teman saya adalah kaum adam, dari seseorang yang InsyaAllah akan menemani hidup saya yang bukan dari kalangan Tarbiyah, dan dari sikap-sikap saya kepada mereka. Saya ngin sekali mendengar apa yang ingin mereka katakan untuk saya, komentar dari Murobbi saya, komentar dari sahabat saya, dan komentar dari mereka semua. Bagaimana saya harus menjalani kehidupan saya. Saya memiliki keputusan sendiri, saya memiliki hati yang harus saya turuti. Allah akan memberikan jodoh seperti apa kamu, begitu bukan.. dulu saya belum pantas untuknya hingga Allah menyeret langkah saya datang ke Bali, mungkin inilah takdirnya, mungkin lewat jalan-jalan kecil inilah saya harus hidup.

Sudah cukup saya dan dengan perjuangan saya yang begitu rumit untuk sampai pada titik ini, saya akan menemukan tempat yang baru, dunia yang baru, kehidupan yang baru dan Allah akan memudahkan saya menemukan Lingkaran yang baru. Semuanya begitu indah, saya tak kuat lagi menuliskannya, saya tak kuat lagi untuk bicara, saya menangis sekarang, saya ingin menangis karena harus meninggalkan lingkaran yang selalu di berkahi Allah ini, saya menyayangi Murobbi saya, saya menyayangi sahabat-sahabat tarbiyah saya dan inilah kekuatan Ukhuwah dalam lingkaran tarbiyah itu, ini yang di sebut persaudaraan, ini yang disebut Cinta karena Allah, inilah Cinta.. Inilah Cinta itu.. Dan cinta.. akan terasa berat untuk di tinggalkan, cinta akan tidak mudah dilupakan, cinta akan tidak mudah untuk digantikan sampai kapanpun!

Terimakasih untuk semuanya, terimakasih untuk cinta ini, terimakasih untuk ilmu ini, terimakasih untuk jalinan yang tidak akan terputus ini, Semoga Allah menjaga cinta yang sudah mengakar di hati saya. hanya dalam hitungan hari.. mungkin saya tidak akan bisa bertemu.. tidak akan bertemu lagi.. Terimakasih. Saya Mencintai Tarbiyah seperti saya mencintai diri saya sendiri, dan saya akan merindukan senyum, tawa renyah, obrolan ringan, dan semua kebersamaan kita tentang Dakwah dan Ukhuwah.

No comments:

Post a Comment