Friday, December 4, 2015

Jadi Ibu Rumah Tangga, Juga Perlu Belajar

Wow.. Lama sekali ternyata saya menemukan ide nulis yang oke banget ini. Ngapain aja sih kok kayaknya sibuk banget :D. Sebenarnya juga online terus, tapi entah urus ini urus itu yang kurang penting jadinya terkesan buang-buang waktu gak jelas. Padahal saya sibuk lo.. Sibuk ngelonin Kinza yang mau tidur, akhirnya saya ikut ketiduran, dan pagi-pagi nyesel karena udah ketiduran haha..

Ngomong-ngomong tentang penyesalan, ada beberapa hal yang saya sesali dalam kehidupanini, salah satunya adalah tidak menekuni dunia blog sejak dulu. Apa hubungannya?

Jujur saja, blog membawa dan memberi saya banyak sekali kebaikan dalam dunia nyata. Selain memiliki teman kencan baru yang rela diajak ngapain aja, sampai saya menemukan pasangan hidup dengan rencana Allah. Pasangan hidup itu sendiri bukan satang karena saya dan dia sejatinya blogger yang konsisten dengan apa yang kami jalani, tapi karena kami pernah mengenal satu sama lain melalui media ini, itulah kelebihannya.

Di blog, tidak ada batasan antara orang kaya dan miskin, orang pandai dan bodoh, dan lain sebagainya. Tapi mereka punya karakter sendiri melalui blog yang mereka miliki dan mereka menjalaninya dengan baik tanpa tuntutan dari siapapun dan kekangan oleh apapun, itulah blogger!

Selain itu, menjadi seorang blogger juga bisa disebut sebagai keberuntungan. Pasalanya, setelah menikah, seorang wanita memang tugasnya ada dirumah saja. Ngurus semua yang ada dirumah, suami, anak juga rumah mereka. Keuntungan buat saya yang memang kurang doyan keluar rumah adalah, saya menemukan hobi baru dalam rumah yang gak pernah membosankan, kebebasan menulis haha.. Asik kan.

Mereka bilang, rumah tangga adalah sebuah kotak yang membatasi perempuan untuk berkreasi, siapa bilang. Kreasi bisa dilakukan dengan cara apapun tanpa membangkang pada suami. Kreasi bisa dilakukan dengan cara apapun jika kita patuh kepada suami. Masalah karena orang tua ingin begini dan begitu, itu hanyalah alasan untuk membenarkan diri sendiri saja. Alasan agar bisa diterima dan mendapat belas kasih dari orang lain.

Padahal, jika kita mau, banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan seorang wanita didalam rumah. Masih gak punya ide? nih saya kasih:

Ngeblog

Itu kalau kita suka dengan menulis dan memiliki keinginan untuk bisa maju ya. Bagi yang kurang menyukai, tinggalkan point ini.

Membuat handcraf

Banyak sekali tutorial diinternet tentang membuat kerajinan dari dalam rumah. Jika tidak punya akses internet, sepertinya handphone yang kita miliki sudah sangat mendukung dalam hal ini. Jika gak ada juga, tinggalkan point ke dua ini.

Membuat kue

Saya yakin, tidak semua orang pandai membuat kreasi aneka kue, termasuk saya, kurang hobi bikin kue, males cuci piringnya wkwkwkwk. Tapi, membuat kue didalam rumah dan menitipkannya diwarung-warung juga bukan ide yang buruk. Jujur saja, saya tidak ahli dalam bidang ini. Kan ceritanya ini ngasih ide hehe.

Jualan Sembako

Memang, semua butuh modal. Bahkan saya yang suka nulis aja butuh modal, yaitu internet. Modal bisa mencari dari mana saja asal, jangan hutang bank, jangan hutang rentenir, KSP, menggadaikan sesuatu dan apapun itu yang mengarah ke riba. Sulit kan? akan lebih sulit jika ditanya dan dimintai pertanggung jawaban nanti di akherat. Trust Allah!
 

Ngurus rumah, percaya suami

Jika point-point diatas gak ada yang bisa dijalani, ya sudah.. jalani saja tugas kita sebagai wanita yang sudah menikah. Urus rumah, urus anak, urus suami. Nafkah bagian suami, dan tanggung jawab itu akan selalu ada dipundaknya dan gak akan pernah dia abaikan, percaya saja, memilih jalan untuk patuh kepada suami jauh lebih membahagiakan dari pada bersusah payah mencari rezeki sendiri.

Dan.. itu semua yang harus kita lakukan, dan sayapun sedang mempelajarinya hehe..

4 comments:

  1. Jaman sekarang itu menurutku makin gampang cari duit. Meski sambil ngurus rumah tangga aku tetep bisa dapet duit tanpa pake acara harus ningglain kewajiban. Dapet duit iya main sama anak suami iya. Enak banget sebenernya jadi blogger. Apalagi yg matre kayak akuh :P

    ReplyDelete
  2. Jadi Ibu RT, baik yang bekerja maupun yg full sbg Ibu RT, menurut saya setiap hari akan mnejalani proses belajar, secara langsung maupun melalui praktek.

    ReplyDelete
  3. Ibu adalah madrasah pertama untuk anaknya.... aku belum punya anak mbak.. tapi dah planning ntr kalo punya anak harus stop kerja. he he

    ReplyDelete
  4. salut sekali mbak, jadi ibu rumah tangga tetap harus produktif yaa.. pekerjaan rumah beres, hobi terlaksana, dan tetap happy :D
    saya juga ibu rumah tangga baru, dan blogger baru juga.. semoga bisa produktif seperti Anda :)

    ReplyDelete