Friday, June 10, 2016

Sederet Dampak Buruk Akibat Teknologi, Apa Solusinya?

Kalau udah ngomongin internet dan teknologi, kayaknya sekarang ini udah kayak ngomongin "mau makan apa nanti", ya.. sedekat itu.. Bukan cuma mereka yang ngaku orang kota aja yang bersentuhan dengan internet, bahkan yang di desa yang notabene internet susahpun, mereka udah punya akun Facebook semua. Banyak keuntungan sih sebenernya gimana internet dan teknologi modern bisa dijamah hingga pelosok. Cuma, bagi yang baru tau internet, kadang mereka menggunakannya dengan cara yang kurang bermanfaat dan malah bisa menimbulkan masalah.

Ya.. kalau kita para blogger sih InsyaAllah udah ngerti, kalau internet udah ngasih banyak sekali kemudahan. Dari belanja baju, tas wanita , wajan, sampai nyari duit yang cuma pake kolor atau pakaian kebesaran wanita (baca:daster) pun jadi haha. Selain itu, nyari menu masakan baru dan bikin-bikin kue yang akhir-akhir ini membuat saya keranjingan juga udah gak perlu les keluar rumah, bisa nonton di Youtube sambil leyeh-leyeh enak tenan, kan? Mantab dah pokoknya :p.

Tapi, kali ini saya pengen banget ngebahas internet dan teknologi dari sisi yang berbeda. Saya jadi usil ngadain penelitian kecil-kecilan ala jombloku, bagaimana kecanggihan jaman sekarang yang digunakan antara orang yang udah ngerti, pemula bahkan dengan orang yang udah paham namun salah jalur.

Ketika Internet di Jalur yang Salah

Bagi pemula, internet adalah barang baru yang asik buat dimainin. Pengalaman saya kerja di warnet hampir 5 tahun waktu di Surabaya, internet masih baru dan jarang sekali orang punya smartphone dibandingkan sekarang. Penyebabnya mungkin karena harga smartphone murah, seperti harga kacang goreng yang hampir semua orang bisa beliOrang-orang yang baru kenal internet, yang dibuka itu mengerikan, situs-situs tak senonoh. Yang lebih parah lagi, anak SMP sudah sering masuk ke warnet demi melihat situs porno.



Menggunakan internet tanpa pengawasan, akan membuat si pemula salah jalur.  Sudah sangat banyak contoh tindakan-tindakan yang gak manusiawi gara-gara internet. Yang paling miris, kejadian di Surabaya yang beberapa waktu lalu saya baca, anak SMP sudah bisa melakukan pelecehan sexual dengan perempuan yang masih belia. Dan semua pelajaran itu, mereka dapatkan melalui media internet.

Ngerusak sebuah hubungan, gampang baper

Paling greget, lihat orang punya masalah rumah tangga, dishare di media social. Mereka pikir, dengan menggunakan medsos kita bakal dapet santunan dari orang-orang tau gitu. Biar apa? diperhatiin gitu?. Membuka aib pasangan yang jelas-jelas dosa kayaknya udah jadi "kebiasaan baru" sebagian orang, dan yang lain menganggap biasa aja. Belum lagi mereka yang setengah mati alay, gampang banget baper #ini cerita apa marah-marah ya haha..

Kadang, Semuanya bisa salah tempat

Dewasa, bukan hanya buat mereka yang punya usia lanjut aja #Tua donk haha. Kedewasaan seseorang gak bisa diukur dari seberapa besar dan berumurnya mereka. Bahkan karena kemudahan-kemudahan yang diiming-imingkan oleh kecanggihan teknologi, seseorang seperti kehilangan pikiran mana baik dan mana buruk. Ya.. sepertinya, mereka menganggap dirinya masih belum baligh aja, gak dapet dosa. Padahal, yang namanya Asplak (Asal Njeplak = Asal Ngomong) pasti banyakan dampak buruknya, ya gak?

Terus, beberapa waktu lalu saya melihat video pernikahan di wall FB, dari awal bagus banget, prosesi pernikahannya tidak berdampingan. Wanitanya malah bercadar.. MasyaAllah.. pokoknya serba syar'i dari konsep, gamis syar'i yang dipakai dan saya senang liatnya dan mengikutinya terus. Tapi, eh.. ada yang membuat saya langsung down ketika kedua pengantin memotong kue pernikahan dan memberikan suapan pertamanya kepada pasangan. Apa ini? Bukankah itu sesuatu yang ganjil? Adat siapa itu? Ada lagi, bercadar tapi suka upload foto dan ngomong dan gayanya centillll banget, di IG tu.. dia suka video-video #hallah hahaha.. Haruskah?

Penipuan, Pembunuhan, Penculikan, Pemerkosaan

Kalo yang ini, mungkin gak harus pake internet juga kali ya.. Tapi, kebanyakan orang-orang yang sudah ngerti internet dan bergelut lama didalamnya, kadang masih menggunakan cara-cara yang kurang baik. Memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan cara yang tidak terpuji. Bahkan, media ini membuka luas untuk seseorang bisa melakukan kejahatan. Khususnya media social FB, seringnya banget sih saya lihat orang-orang yang bikin status yang gak pake mikir. Padahal ada ribuan orang yang bebas membaca dan mengetahui. Saya pikir, semua orang sudah bisa jadi pembully handal di dunia maya ini :D.
Selain itu, konten-konten yang gak bisa dipertanggung jawabkan juga sangat mudah ditemukan. Video-video yang gak mendidik dan membuat "para pejantan naik pitam" juga mudah sekali diakses.

Solusisnya?

Ya.. memang, kita gak bisa ngasih solusi dengan kejadian-kejadian yang mereka anggap umum itu. Gak mungkin kan kita ngasih tau ke orang ini buat gak upload lagi ke IG-nya sendiri sementara ia bercadar yang kesan cadar sendiri adalah "menutup" sesempurna mungkin apa yang kita miliki termasuk suara, menurut saya.

Kita memang gak bisa bilang sama orang-orang yang share status di Fb mereka sendiri, kan?

Kita juga gak bisa ngasih tau anak-anak, atau orang-orang yang memiliki hak atas dirinya sendiri untuk mengakses dunia bebas ini bukan?

Atau kita juga menekan mereka yang naik libidonya gara-gara nonton bo**p dan menyalurkan dengan cara yang sangat tidak manusiawi apalagi sampai merugikan merusak kehidupan orang lain. 

Tapi setidaknya, mulai sekarang kitalah yang ikut andil menentukan bagaimana kehidupan anak-anak dimasa depan.

Dan bagi saya, untuk tidak ikut-ikutan update status sekenanya atau upload foto dengan gampangnya adalah langkah kecil agar tidak membiasakan apa-apa harus social media tau. Dan lagi, saya juga gak hobi share informasi di timeline saya, apalagi itu berita yang bikin ngeri seperti pemerkosaan dan kawan-kawannya.

Satu lagi, mendampingi anak saat mereka mengakses internet adalah langkah pengamanan untuk anak yang tepat. Memberikan pengertian dan tentu saja membekali mereka dengan ilmu, serta teladan yang baik. Dan semoga, kelak saat dewasa dan menginjak baligh, anak-anak sudah mengerti mana yang baik dan mana yang buruk serta menggunakan internet dengan bijaksana, karena kita gak bisa menjauhkan atau membiarkan mereka tidak mengenal internet dan kecanggihan teknologi. Semakin kedepan, bukankah teknologi akan semakin canggih?

Nah.. Sekarang bagaimana menurutmu, berdasarkan dampak-dampak buruk yang sudah saya tuliskan. Apa solusi terbaik agar kecanggihan teknologi ini bisa memberi nilai positif ditengah maraknya hal-hal yang serba tak baik.



Lomba ini diselenggarakan oleh IDCopy.net dan Eliska.id"

8 comments:

  1. sekarang bagaimana kita mengarahkan kepada anak2 diusia dini tentang memanfaatkan teknologi sebaik2 nya dan selalu didampingi

    ReplyDelete
  2. sedih banget sama akhlak anak2 jaman sekarang, ngeri2 euy :( garagara pengaruh teknologi
    nice post sis :D

    ReplyDelete
  3. Kalau menurut saya itu semua bisa terjadi

    pertama karena pergaulan bebas. Karena teman sangat mempengaruhi kepribadian kita kemudian yg kedua kurang-nya ilmu agama

    alimudin.wapamp.com

    ReplyDelete
  4. Untuk FB, saya juga sedang mengurangi update status yang asplak, Mbak, tapi untuk blog masih seperti "ya gitu deh" hehe

    ReplyDelete
  5. yang paling parah kekejaman meningkat sepertinya, apa sebandingn ya dengan tekhnologi sekarang ini.

    ReplyDelete
  6. menurut saya untuk solusi nya kembali lagi kepada diri sendiri dan orang tua mba. Pengawasan orang tua sangat penting buat anak apalagi itu tuh pemerkosaan yang dilakukan 8 anak smp yang memakai topeng spiderman mungkin itu karena faktor keluarga yang kurang memberikan pendidikan kepada anak atau mungkin orang tua nya sibuk kersa sampai anak-anak pun terabaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendidikan dari keluarga memang sangat penting :)

      Delete
  7. Kita harus mengakui kecendrungan manusia ingin di perhatikan, dipuja puji serta bangga dengan semua yang dia miliki agar bisa dilihat oleh seluruh manusia di bumi ini, tanpa sadar sudah menampakkan sifat ria dalam dirinya. Hal ini bisa berakibat fatal pada setiap kondisi kehidupan bermasyarakat bahkan akan bisa terjadi kekacauan dalam norma sosial. Putusnya sebuah hubungan persahabatan, persaudaraaan, bahkan......................
    https://www.itsme.id/kebablasan-teknologi/

    ReplyDelete