Friday, July 1, 2016

Mojoagung, Susahnya Nyari Keyboard Untuk Laptop

Lebaran kali ini tampaknya akan sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Kali ini kami kedatangan nenek dan ninik (kakek) yang jauh-jauh berkunjung dari Kalimantan untuk menjenguk kami dan yang pasti mereka sangat kangen dengan cucunya sehingga mau menghabiskan waktu liburannya di Pulau Jawa. Oh ya, mertua saya sebenarnya datang dari Kalimantan Timur.
Karena harga tiket yang cukup mahal naik beberapa kali lipat dibandingkan dengan hari biasa membuat mertua saya mau tidak mau harus menggunakan kapal laut dari Balikpapan ke Surabaya. Namun dari cerita yang saya dengar, naik kapal saat ini sudah cukup nyaman dan enak, sangat teratur, sangat nyaman, dan bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Tentu saja cerita tersebut cukup menghibur walaupun sebenarnya saya tetap merasa bersalah karena belum mampu memberikan tiket pesawat untuk mertua.

Akan tetapi dengan pertemuan ini, kami tentu saja sangat berbahagia dan lebih-lebih kemungkinan besar nenek dan niniknya Kinza akan berlebaran bersama kami disini. Dan kemungkinan besar kami juga akan berlebaran dengan adik yang sedang kuliah di Malang. Sedangkan adik yang ada di Samarinda kemungkinan besar akan menyusul beberapa hari setelah lebaran.

Cari keyboard laptop

Tapi sebenarnya, kali ini saya nggak akan berbicara panjang lebar mengenai hal tersebut. Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya mencari keyboard replacement untuk laptop neneknya Kinza.
Karena saya tinggal di kota kecil, tentu saja sangat sulit untuk mencari peralatan elektronik terutama aksesoris komputer. Jadi mau tidak mau saya harus pergi ke kota yang lebih besar untuk mencari keyboard pengganti.
Setelah muter-muter kesana kemari dan mendatangi salah satu pusat penjualan dan service laptop dan komputer akhirnya saya memutuskan untuk membeli keyboard replacement di salah satu toko komputer di Jombang.
Namun alangkah kagetnya saya karena harga yang ditawarkan ternyata hampir 50% lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran yang saya lihat di internet. Tentu saya tidak juga berharap akan mendapatkan keyboard asli yang sudah pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan keyboard KW.

Sambil menanyakan ketersediaan keyboard di toko komputer tersebut, saya terus bergerilya mencari beberapa toko komputer yang menjual keyboard replacement sesuai dengan spesifikasi laptop yang saya cari, yang lebih murah. Dan alhamdulillah ternyata saya menemukan satu toko komputer yang menjual keyboard replacement.

Kontan saya pun mencoba menelpon dan menanyakan ketersediaan barang yang saya cari. Setelah menelpon saya akhirnya tahu ternyata tempat dimana toko tersebut berada hanya berjarak sekitar kurang lebih 1 km dari tempat saya tinggal. Dan harga yang ditawarkannya pun sesuai atau tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lihat di internet. Tentu saja dengan perasaan berbunga-bunga sekaligus dengan perasaan berat hati membatalkan pesanan keyboard di toko komputer yang saya datangi tadi.

Benar saja, ternyata di sana, tepatnya di Terminal Mojoagung terdapat beberapa ruko yang menjual gadget maupun peralatan elektronik seperti laptop dan komputer. Selama saya tinggal di sini baru kali ini saya mengetahui bahwa ada toko-toko.

Setelah menanyakan sedikit mengenai keberadaan toko tersebut melalui telpon kepada pemiliknya, yang sebut saja namanya Vincent Setiadi, saya pun kemudian sampai di tempat tersebut. Sambil berkenalan dan menanyakan barang yang saya butuhkan, saya pun ngobrol panjang lebar dengan si Vincent Setiadi mengenai banyak hal yang kemudian ujung-ujungnya juga menawarkan smartphone. Tapi karena saya sudah punya smartphone, jadi ya... kami tidak ngobrol terlalu banyak mengenai hal tersebut.

Akhirnya bertambah satu lagi toko komputer yang saya tahu yang menjajakan beberapa aksesoris dengan harga murah yang mungkin bisa saya andalkan untuk mencari beberapa kebutuhan di masa yang akan datang. Saya juga sempat menanyakan casing bekas di tempat tersebut. Dan ternyata ada. Dan, dijual dengan harga yang cukup murah, hanya Rp 30.000. Ya lumayanlah untuk menempatkan beberapa hardware yang selama ini hanya saya geletakkan begitu saja di atas meja.

1 comment:

  1. Siapa sebenarnya si Vincent ini...dia muncul disini dan disana....? Wkwkwkwk

    ReplyDelete