Friday, February 10, 2017

Hanya Sebuah "Tag", Kumenunggumu 8 Tahun

Kisah cintaku sama si Mas memang sedikit rumit. Bukan karena kami yang saling jatuh cinta dalam mehek-mehek dan roman picisan ala anak muda. Tapi karena sayalah yang merasakan banyak sekali perjuangan atas diri saya sendiri selama beberapa tahun. Orang tidak pernah tahu bagaimana saya berjuang mencoba untuk membiarkan perasaan suka kepada orang lain. Jatuh bangunnya saya dengan perasaan yang ala-ala ini membuat saya sedikit geli dengan diri saya sendiri jika mengingatnya. Baru-baru ini saja saya berani mengakui, kalau puisi-puisi tersembunyi yang ada di Jombloku.com saya tujukan untuk seorang Jooizzy. Tanpa nama, tanpa inisial, tanpa tag!

Meskipun beberapa kali saya pernah dengan blogger-blogger kece, blogger yang awalnya sahabatan namun ada lah rasa special gitu. Duluuu banget, tetap saja, mau gak mau saya harus mengakui kalau saya hanya butuh teman untuk melupakan sejenak tentang da #hallah.

Meskipun dulu saya pernah menaruh harapan-harapan kepada mereka para blogger itu, tapi ternyata jalan takdir berkata lain. Terbawanya saya ke Pulau Dewata juga merubah segalanya. Merubah pandangan saya tentang seorang lelaki. Merubah semua niat-niat saya yang pengen banget punya pacar, akhirnya siap kalau-kalau Murobbi saya menyodorkan sebuah kertas data diri untuk ta'aruf. Yang tak kalah penting, Merubah keinginan saya untuk tetap memiliki dia sebagai orang yang menganggap saya penting, saya benar-benar merubah semuanya. Puji syukur kepada Allah atau semua hidayah yang diberikan kepada saya melalui tangan guru dan sahabat-sahabat sholihah saya di Bali.

Tapi kemaren, baru kali ini setelah sekian lamanya sejak tahun 2009 dan bahkan sejak menikah, dia.. lelaki itu.. menyebut nama saya di media sosialnya. Padahal bukan hal yang romantis, tapi saya udah kegirangan sendiri #GeJe yaa..




Apa specialnya?


Kamu gak akan pernah ngerti rasanya dibandingkan dengan saya yang menunggu hal itu lebih dari apapun. Bahkan, baru pertama kalinya dia menuliskan namaku, tanpa saya minta.  Padahal sebelumnya saya selalu meminta dia untuk begini dan begitu, hanya nol besar saja. Bukan.. dia memang bukan tipe romantis, tapi sekali melakukan hal manis.. saya bisa gak berhenti memikirkannya, #hallah!

Sikapnya memang gak suka basa-basi dan kurang gombalnya, bahkan.. saat saya meminta ia hanya sekedar membelai rambut saya aja jarang sekali diturutin. Kalau dipikir, apa sih susahnya ngusap rambut aja, toh kita juga ketemu tiap hari kan, setiap waktu karena gak pernah ditinggal kerja, Tapi jaranggg sekali doi nglakuin itu sama saya haha Ngarep nieee..

Tapi begitulah dia, dengan segala kelemahlembutaan yang tidak dibuat-buat. Apapun sikapnya terhadap saya, sikap kasar sama sekali tidak pernah dilakukannya. Kedewasaannya membuat saya semakin jatuh cinta lagi dan lagi, terus dan terus sampai memandang matanya saja saya sudah bahagia. Apalagi kalau dia make topi khas anak muda, duh.. jadi takut dilirik cewek lain wkwkwk, gak juga sih. Karena tingkat percaya saya kepadanya menghancurkan segalanya #preeettt.




No comments:

Post a Comment