Melepas dengan ikhlas Adalah Sumber Kebahagiaan

Sebenarnya, jika kita rela akan sesuatu itu terjadi dan berserah diri hanya kepada Allah, maka akan ada keajaiban yang mengiringinya. Melepas dengan ikhlas ini dulu pernah saya alami saat penentuan kehidupan saya. Perjalanan pernikahan saya selalu menjadi hal dimana saya banyak berkaca dari kejadian itu. Ketika saya ingin melepas semua perasaan saya kepada seorang hamba Allah yang satu ini, ketika saya siap kalau-kalau  Murobbi saya yang sangat sabar dan bijaksana memberikan saya selembar ketras proposal untuk diisi dan di taarufkan dengan seseorang, namun ternyata dia datang tanpa saya minta dan tanpa saya paksa.



Entah ketika saya menulis ini orang akan percaya atau menganggap saya mengada-ada karena saya memiliki kisah yang sedikit rumit. Saya adalah tipe orang yang tidak suka bertele-tele, melakukan semuanya dengan spontan, jujur dan sedikit suka ceplas-ceplos dulu. Kalau sekarang saya memang kalau mau ngomong sesuatu mikir dulu, saya tidak ingin menyakiti hati siapapun dengan perkataan saya yang asal nyerocos.

Menjadi diri sendiri sudah saya rasakan ketika saya mulai bekerja di Bali. Berkali-kali saya bilang, Bali itu tempat spesial, dia bisa merubah total hidup saya yang dulunya jahiliah karena kurangnya kepercayaan diri untuk memulai berhijab misalnya. Lingkungan pendukung yang kurang mendukung serta orang-orang di sekitarnya.

Yuk baca artikel saya Alasan Mengapa Kamu Gak Perlu Ragu untuk mulai berhijab

Lanjut ke urusan jodoh ya... kan belum kelar nulisnya :D. jadi waktu itu tiba-tiba aja doi hubungin saya lewat nomor telepon yang saya miliki. Untung ya saya gak pernah ganti nomer hape haha.. meskipun saya tahu, kalau setiap saya hubungin dia duluan dulunya itu mesti hapenya udah gak aktif lagi. Jujur banget saya stres kalau gak tau kabarnya gimana meski saya suka kepoin FB dia dengan postingan yang alay dan interaksi dengan teman yang itu-itu saja. Hanya sebatas itu saya mengenalnya, lewat dinding Facebook dan blog pribadinya yang suka ngilang juga.

Disanalah, disaat saya sudah mulai mnyerah untuk terus mengharapkan kasih tak sampai atau kasih bertepuk sebelah tangan yang saya pendam sendiri, Allah malah ngirim dia ke saya. Apa yang saya lakukan sebelum dia menghubungi saya kembali saat itu? Apakah saya mati-matian nyari dia atau merengek minta ditemuin atau minta dinikahin dan lain sebagainya. Apa yang saya lakukan?

Gak ada! Hanya saja, setiap hari Saya berdoa buat kebaikan saya dan dia. Melakukan hal-hal baik yang saya bisa, membaca Al-Qur'an setiap saat, melakukan amalan-amalan sunnah. Dan doanya tentu saja Doa minta jalan terbaik dalam kehidupan, jodoh yang dipilihkan Allah untuk saya siapapun dia meskipun bukan yang saya harapkan. Pasrah dan ikhlas! Meski saya sempat meyakini gak ada orang yang mau dengan saya  karena selama ini saya selalu jomblo, dan makanya itu blog ini namanya Jombloku tho wkwkwkw.

Jangan berprasangka Buruk kepada Allah


Itulah yang saya sesali, karena ceteknya ilmu agama yang saya miliki, dengan semua kebodohan saya akhirnya saya menyadari. Jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah. Yakin saja sembari membenahi diri, bermuhasabah dan selalu melakukan kegiatan-kegiatan positif yang bisa meningkatkan kualitas diri. Iman itu selalu naik turun, jaga ia tetap berada dalam keadaan baik-baik saja. Berkah juga untuk saya ketika saat itu saya tidak memiliki smartphone. Disaat orang-orang sudah menggunakan Whatsapp buat komunikasi, sementara handphone saya masih Nokia haha.. It's Funny! 


Merasa beruntung tak pernah pacaran


Mungkin sekarang sudah trendnya memiliki pacar, gak punya pacar gak gaul. Sungguh.. semoga Allah menjaga anak-anak saya dari pacaran. Jangan sampai mereka nanti memiliki pacar saat dewasa, semoga mereka jika sudah suka dengan seorang wanita, mereka hanya perlu menikahinya. Menjaga diri dengan baik serta meminta bantuan Allah sebagai sebaik-baiknya penjagaan. Dan sekarang, hidup tanpa punya mantan itu ringan.

So...

Ya.. Intinya... Apapun itu yang jelas jangan pernah ragu untuk melepaskan hal-hal yang membuat hatimu berat dibuatnya. Meskipun kamu merasa sayang, merasa eman  dan masih butuh, jika ia berat.. Ikhlaskan.. Lepaskan.. Karena dengan begitu, kebbahagiaan akan mengalir hangat di dalam hati. Dan InsyaAllah Allah sudah menyiapkan gantinya dengan yang lebih baik.. Percayalah..

No comments