Pengabdian yang Tak Pernah Sia Sia

Jika saya mengatakan seorang wanita adalah budak suaminya, saya rasa itu tidak ada yang salah sama sekali. Meski terkesan kasar, namun kenyataan bahwa seorang wanita harus patuh kepada suami adalah bentuk sebuah pengabdian yang sudah dikatakan oleh Allah dalam dalilnya. Kadang, saya juga memprotes bagaimana seorang wanita yang dengan mudahnya mengabaikan suami-suami mereka dengan pergi keluar rumah tanpa izin misalnya. Atau hanya sekedar memotong rambut mereka tanpa izin suami. Apa yang wanita miliki sebagai seorang istri adalah sepenuhnya milik suami.



Ibarat seorang budak yang mengabdi kepada suaminya, pengabdian ini sama sekali tidak akan pernah sia-sia. Pengabdian yang sudah diperintahkan dan ketundukan seorang istri yang sama sekali tidak ada bantahannya. Mungkin iya benar tidak banyak wanita yang berpikiran seperti ini, namun saya selalu menghargai mereka yang memiliki pemikiran ini. Tempat terbaik bagi wanita menikah adalah rumah mereka sendiri.

Persamaan gender yang mengatur dan menyamakan posisi wanita dan laki-laki adalah hal yang saya sendiri kurang setuju. Laki-laki dan wanita itu berbeda, mereka memiliki perannya masing-masing. Suami dan istri itu berbeda, tidak sama. Jika dulu saya sewaktu sendiri bisa melakukan apapun termasuk pekerjaan yang biasa pria lakukan seperti misalnya hal kecil ngangkatin galon air minum. Setelah menikah, saya tidak melakukan hal itu. Ada suami yang lebih kuat melakukannya.

Jadi, tidak pantas seorang wanita menikah itu melakukan hal-hal tanpa seizin suaminya karena ini adalah bentuk pengabdian dengan besarnya tanggung jawab yang dibebankan suami untuk istri-istri mereka.

Allah memerintahkan kita tunduk kepada suami bukan tanpa alasan, hidup dan surga seorang istri ada pada suaminya. Mereka membawa beban tanggung jawab kepada Allah yang tidak kecil. Menutup aurat, tidak membantah adalah sebuah pengabdian seorang istri yang sekaligus bentuk ibadah kita kepada Allah.

Namun meskipun begitu, setiap rumah tangga mengerti apa yang terjadi dengan kehidupan suami atau istri mereka. Menjadikan diri sebagai budak bukan dalam arti yang sebenarnya seorang budak. Suami istri seharusnya menjaga keharmonisan dan keseimbangan hubungan dengan saling membantu dan melengkapi. Dan masih tetap, istri harus hormat dan nurut kepada suaminya terlebih yang ia perintahkan adalah kebaikan-kebaikan. Pengabdian seorang istri kepada suaminya, adalah pengabdian yang berpahala dan tidak akan pernah sia-sia.

Semoga semakin lama umur pernikahan, semakin hormat kita kepada suami, semakin mengerti satu sama lain dan semakin mengerti arti sebuah pengabdian.

No comments