Semua Karena Ego

Dear Maret,

Kini aku banyak berpikir bagaimana bisa menggapai hidup untuk bekal akhirat. Perkataanku yang dulunya sangat tak tertata, kini aku lebih memilih banyak diam dan menahan kata. Aku tak tau kapan nafas ini terhenti dan meninggalkan semuanya, namun untuk mengingat kematian dan ketiadaan itu sendiri, aku belum sanggup meskipun aku harus terus berusaha mengingat.



"Letakkan dunia hanya ditangan ya Allah.. jangan di dalam hati..."

 Doa doa ini yang sering kupanjatkan agar hati ini ringan memghadapi iri dan dengki. Agar hati ini ringan untuk memaafkan. Agar hati ini ringan untuk merelakan yang paling dicintai. Semata-mata hanya karena mencari bekal di alam yang lebih kekal nanti, sungguh.. aku masih terus berusaha.

Jauhkan hati dari perasaan iri dengki, musnahkan kesombongan kesombongan kecil yang sepertinya begitu sering datang menguji. Aku hanyalah manusia bodoh, yang ingin ilmu lebih banyak. Meninggalkan sifat-sifat duniawi dan merendahkan ego yang kadang meninggi.

Aku rendah, kecil, tak terlihat didalam bumi ini. Masih haruskah aku menyombong, apa yang kusombongkan. Benar aku manusia, kadang ingin punya lebih banyak dari apa yang kumiliki, tapi hisab.. tak akan luput di akhirat nanti.

Bagaimana akau menjawab untuk apa pakaian-pakaian  bermerk berlemari-lemarin yang kubeli. Untuk apa semua itu? Membawa diri ini kemana? Tidakkah kamu lihat orang-orang yang hanya memiliki selembar kain kemudian bersyukur karena telah diberi nikmat sandang walah hanua sehelai kain dibadan. Masih kurang? Untuk apa? Memperbanyak hisab dan pertanyaan?

Semua karena ego.. keinginan, dan nafsu diri yang tak tertahan. Bukankah harta, uang, sesungguhnya yang sudah menjadi milik kita adalah harta, uang sudah kita berikan kepada sesama, bersedekah serta apa-apa yang sudah masuk kedalam perut kiya, bukankah itu yang sebenarnya disebut rezeki milik kita?

Oh... Allah .. buanglah ego-ego yang semakin meninggi ini. Berilah ruang kebaikan seluas-luasnya untuk selalu memberi. Tanpa ragu, tanpa henti.

Bantu aku menghapus untaian kata-kata yang tersebar di seluruh media sosial, blog dan semua yang terbaca tidak menyakiti banyak hati.

Perbaikilah hubungan hubungan yang mungkin banyak terpecah, mereka yang kusakiti, mereka yang kuingkari.. bantulah mereka untuk membukakan pintu maafnya untukku.

Karena hati yang terluka.. begitu sulit untuk diobati.

Maret, 2019

1 comment

  1. Dalem banget mbaak TT Sepakat mbak, semua karena ego, nafsu dunia yang rasanya susah sekali untuk dikendalikan. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari sifat yg berlebih-lebihan. Aamiin

    ReplyDelete