Saturday, July 02, 2016

Tips Memaksimalkan Acara Mudikmu

Musim liburan telah tiba, tentu saja yang sedang berada diluar daerahnya  karena harus bekerja, kuliah pasti agenda mudik adalah agenda yang paling dinantikan sepanjang tahun, kan? Persiapan musik juga pasti sudah di lakukan jauh jauh hari, dari membeli oleh-oleh, membeli baju baru, menyiapkan bekal, dan juga uang baru serta mulai mencari penginapan bagi yang akan melakukan liburan dengan keluarga sudah dilakukan.

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat akan mudik atau libur lebaran menurut pengalaman saya ini mungkin akan membantu kamu untuk menjadikan liburan atau mudikmu semakin sempurna.

Menjaga Kesehatan

Hal pertama yang harus dan wajib kamu lakukan tentu saja kesehatan kan. Gak asik pas mudik eh kamunya sakit, gak jadi lebarandonk kita ehehe. Cara menjaga kesehatan tubuh adalah cukup memperhatikan asupan makanan yang kamu konsumsi saat buka puasa ataupun sahur. Jangan sampai kamu kekurangan energi apalagi membuatmu sampai drop. Gak lucu lah yaaa..

Mempersiapkan uang kecil

Banyaknya anak-anak yang akan membaur pasti akan membuatmu butuh uang kecil nantinya. Selain itu, gak mungkin lah kita membiarkan tangan-tangan keponakan, adek atau sepupu kita kosong kan. Di Jawa, tradisi pemberian uang kecil selalu ada, entah itu lima ribu rupiah, sepuluh ribu atau dua puluh ribu pasti ada. Jadi, siapkan aja recehan uang kecil ya. tapi ingat, jangan ditukar di penukaran uang pecahan yang ada di pinggir jalan ya, karena mengandung unsur riba.

Penginapan

Mungkin, agenda mudik kamu bakal ada jadwal liburan bareng keluarga, jika kebetulan rumahmu ada di Semarang, ada baiknya kamu udah mulai mencari harga Hotel Bintang 5 di Semarang atau penginapan yang lebih sederhana agar masih ada tempat yang bisa menampung kamu dan keluarga tercinta.

Silaturahmi

Mumpung pulang kampung, mumpung lagi mudik ada baiknya kamu membuat list rumah kerabat yang akan kamu datengin nanti. Memanfaatkan moment lebaran untuk menyambung silaturahmi kepada sanak saudara dan tetangga sebaiknya dilakukan karena kamu gak selalu bisa pulang dalam waktu yang lama kan. Oh ya.. Cara ini juga bisa memaksimalkan waktu mudikmu ini dengan baik, setidaknya.. kamu tetap ada contact dengan saudara lain, ya.. biar gak ngerasa jadi orang asing gitu lah. Kalaupun ada rencana main dengan teman-temanmu, prioritas keluarga tetap nmer satu ya..

Selamat mudik, selamat idul fitri dan semoga kebersamaan bersama keluarga kelak akan membuatmu semakin semangat melakukan pekerjaan dimasa depan. Aamiin..


Lagu-lagu Zaman Sekarang yang Begitu Fulgar

Dunia artis dari sudut pandang saya adalah dunia abu-abu, yang menurut saya pribadi cukup mengerikan karena, seperti yang kita tahu bahwa, artis biasanya bisa dan boleh melakukan apa saja yang bagi kita orang awam merupakan sesuatu yang tabu. Walau demikian tentu saja ada batas-batas tertentu dimana seseorang dikatakan sudah melakukan hal yang berlebihan baik itu dalam tingkah laku maupun perkataan. Saya sendiri sebenarnya cukup miris dan menyayangkan beberapa artis yang mencoba meraih kepopuleran dengan menyanyikan lagu-lagu yang sepertinya tidak pantas untuk didengar baik oleh orang dewasa maupun oleh anak-anak. Misalnya saja Vincent Setiadi (nama samaran) yang menyanyikan lagu dengan judul "Cinta Satu Malam."

Bahkan tidak jarang juga kita mendengar lagu yang sedikit-sedikit menyerempet kearah yang berbau sex atau lagu-lagu yang sepertinya mengungkapkan sebuah emosi dengan cara yang sangat vulgar. Saya tidak bermaksud untuk menggurui akan tetapi, apa yang saya dengar dan apa yang kita dengar sudah pasti seringkali membuat kita merasa tidak nyaman saat mendengarkannya karena terlalu vulgar atau karena menggunakan kata-kata yang berlebihan.

Saya tidak menyebutkan secara spesifik lagu apa itu tapi yang pasti kamu sudah tahu lagu-lagu apa saja itu. Dan baru-baru ini yang cukup menghebohkan tentu saja keluarnya lagu yang berjudul “Lelaki Kardus” yang dinyanyikan oleh Novi. Lagu yang liriknya bercerita tentang perceraian tersebut tentu saja merupakan lagu yang seharusnya menjadi pukulan bagi orang-orang yang suka kawin cerai atau orang-orang yang kurang menghargai kesetiaan. Akan tetapi, pemilihan kata-kata yang digunakan sebagiannya ada yang sangat tidak pantas untuk diucapkan oleh anak yang masih berusia 12 tahun, lebih-lebih sebuah ucapan atau kata-kata yang ditujukan kepada orang tuanya sendiri lebih-lebih seorang bapak.

Tentu saja secara tidak langsung lagu tersebut mencerminkan dirinya mengenai penghargaannya atau penghormatannya terhadap seorang bapak walaupun sejatinya Bapak tersebut membuat kita sebagai anak merasa sakit hati atau tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Walaupun Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan dalam berbicara, akan tetapi, tentu saja rasanya tetap tidak pantas bagi kita untuk berbicara mengenai hal-hal yang buruk terhadap orang tua lebih-lebih karena mereka memiliki jasa yang cukup banyak terhadap kehidupan kita terutama pada saat kita masih kecil.

Saya jadi membayangkan bagaimana seandainya anak saya yang masih kecil sekarang ini mengerti apa yang dimaksudkan oleh lagu-lagu tersebut atau paling tidak menyukai lagu-lagu itu. Tentu saja dia akan menyanyikannya berulang-ulang kali sehingga akan membekas di hatinya. Atau bahkan mungkin bisa jadi hal tersebutlah yang dijadikan sebagai sebuah acuan yang kemudian membentuk karakter sang anak. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya apabila lagu-lagu tersebut mempengaruhi anak-anak lain saat ini.

Saat ini ada banyak Vincent Setiadi yang lainnya yang juga tanpa malu-malu berusaha untuk menelurkan lagu-lagu yang terkadang memaksa kita untuk membayangkan hal-hal yang hanya dilakukan oleh orang dewasa. Dan lebih parahnya lagi, lagu-lagu tersebut sangat mudah populer terutama di kalangan anak-anak. Jadi mungkin itulah sebabnya mengapa saya secara pribadi tidak terlalu sering mendengarkan lagu-lagu dan bahkan di komputer maupun di gadget yang saya miliki, saya sudah tidak menyimpan lagu-lagu atau musik MP3. Selain saya merasa lagu-lagu tersebut adalah lagu-lagu bajakan yang bukan menjadi hak saya.

Semoga saja apa yang saya lakukan saat ini yaitu jarang mendengarkan musik atau lebih selektif dalam memilih musik bisa diikuti oleh anak saya di masa yang sehingga ia akan lebih kerja atau paling tidak anak saya akan lebih kritis dalam memilih lagu yang seharusnya didengarkan.

Friday, July 01, 2016

Nama, Identitas yang Harus Dihargai

Semua orang tua pasti mengidamkan nama anaknya adalah nama terbaik dan selalu mudah diingat oleh semua orang. Nama pilihan yang mereka berikan kepada anak-anak mereka, tentu saja memiliki makna tersendiri yang mungkin saja makna yang mendalam untuk mereka. Oleh karenanya, kita sebagai orang lain yang cuma mendengar saja, seharusnya gak boleh mebully anak-anak orang lain dengan namanya.

Saya sendiri memiliki kesan kurang baik dengan nama anak saya ini. Awal-awal, saya ngerasa bersalah karena memberi nama anak saya dengan kata Kinza, itu semua bukan karena sebab ya.. Ada beberapa orang yang sepertinya sangat sinis menanyakan dengan nada merendahkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan kepada saya.

"Apa artinya?"

"Kenapa gak tanya kepada ustadz ini dan itu, padahal nama anak saya aja saya diskusikan lo dengan orang ini dan itu"

Dari sana saya merasa, bahwa saya sedang kena bully-an mereka dengan halus karena pemberian nama tersebut. Mau anak saya dikasih nama Vincent Setiadi, Abdullah.. kan hak saya donk.. Ya.. memang, nama adalah sebuah identitas seseorang dan orang tuanya, identitas yang akan dibawa oleh anak kita sampai nanti ia tumbuh dewasa. Bahkan nama bisa menjadi doa, dengan nama tersebut, anak juga akan terpengaruh dilingkungannya.

Seperti contoh lagi, nama anak pak Gibran atau cucu pak Jokowi yang sempat menjadi perbincangan yang begitu nyinyirnya, karena ini dan itu. Heyyyy.... Jangan sombong. Biarin lah dia dikasih nama jawa yang panjang, mau dikasih nama Muhammad, Vincent Setiadi, atau Jan Ethes itu sudah menjadi hak mereka. Bolehlah mengkritik, asal gak diluar batas juga kali ya. Yang pasti, nama-nama tersebut adalah nama terbaik yang diberikan orang tua kepada anaknya, jadi.. tidak seharusnya kita menjadi salah satu pengusik milik orang lain.

Mojoagung, Susahnya Nyari Keyboard Untuk Laptop

Lebaran kali ini tampaknya akan sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Kali ini kami kedatangan nenek dan ninik (kakek) yang jauh-jauh berkunjung dari Kalimantan untuk menjenguk kami dan yang pasti mereka sangat kangen dengan cucunya sehingga mau menghabiskan waktu liburannya di Pulau Jawa. Oh ya, mertua saya sebenarnya datang dari Kalimantan Timur.
Karena harga tiket yang cukup mahal naik beberapa kali lipat dibandingkan dengan hari biasa membuat mertua saya mau tidak mau harus menggunakan kapal laut dari Balikpapan ke Surabaya. Namun dari cerita yang saya dengar, naik kapal saat ini sudah cukup nyaman dan enak, sangat teratur, sangat nyaman, dan bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Tentu saja cerita tersebut cukup menghibur walaupun sebenarnya saya tetap merasa bersalah karena belum mampu memberikan tiket pesawat untuk mertua.

Akan tetapi dengan pertemuan ini, kami tentu saja sangat berbahagia dan lebih-lebih kemungkinan besar nenek dan niniknya Kinza akan berlebaran bersama kami disini. Dan kemungkinan besar kami juga akan berlebaran dengan adik yang sedang kuliah di Malang. Sedangkan adik yang ada di Samarinda kemungkinan besar akan menyusul beberapa hari setelah lebaran.

Cari keyboard laptop

Tapi sebenarnya, kali ini saya nggak akan berbicara panjang lebar mengenai hal tersebut. Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya mencari keyboard replacement untuk laptop neneknya Kinza.
Karena saya tinggal di kota kecil, tentu saja sangat sulit untuk mencari peralatan elektronik terutama aksesoris komputer. Jadi mau tidak mau saya harus pergi ke kota yang lebih besar untuk mencari keyboard pengganti.
Setelah muter-muter kesana kemari dan mendatangi salah satu pusat penjualan dan service laptop dan komputer akhirnya saya memutuskan untuk membeli keyboard replacement di salah satu toko komputer di Jombang.
Namun alangkah kagetnya saya karena harga yang ditawarkan ternyata hampir 50% lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran yang saya lihat di internet. Tentu saya tidak juga berharap akan mendapatkan keyboard asli yang sudah pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan keyboard KW.

Sambil menanyakan ketersediaan keyboard di toko komputer tersebut, saya terus bergerilya mencari beberapa toko komputer yang menjual keyboard replacement sesuai dengan spesifikasi laptop yang saya cari, yang lebih murah. Dan alhamdulillah ternyata saya menemukan satu toko komputer yang menjual keyboard replacement.

Kontan saya pun mencoba menelpon dan menanyakan ketersediaan barang yang saya cari. Setelah menelpon saya akhirnya tahu ternyata tempat dimana toko tersebut berada hanya berjarak sekitar kurang lebih 1 km dari tempat saya tinggal. Dan harga yang ditawarkannya pun sesuai atau tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lihat di internet. Tentu saja dengan perasaan berbunga-bunga sekaligus dengan perasaan berat hati membatalkan pesanan keyboard di toko komputer yang saya datangi tadi.

Benar saja, ternyata di sana, tepatnya di Terminal Mojoagung terdapat beberapa ruko yang menjual gadget maupun peralatan elektronik seperti laptop dan komputer. Selama saya tinggal di sini baru kali ini saya mengetahui bahwa ada toko-toko.

Setelah menanyakan sedikit mengenai keberadaan toko tersebut melalui telpon kepada pemiliknya, yang sebut saja namanya Vincent Setiadi, saya pun kemudian sampai di tempat tersebut. Sambil berkenalan dan menanyakan barang yang saya butuhkan, saya pun ngobrol panjang lebar dengan si Vincent Setiadi mengenai banyak hal yang kemudian ujung-ujungnya juga menawarkan smartphone. Tapi karena saya sudah punya smartphone, jadi ya... kami tidak ngobrol terlalu banyak mengenai hal tersebut.

Akhirnya bertambah satu lagi toko komputer yang saya tahu yang menjajakan beberapa aksesoris dengan harga murah yang mungkin bisa saya andalkan untuk mencari beberapa kebutuhan di masa yang akan datang. Saya juga sempat menanyakan casing bekas di tempat tersebut. Dan ternyata ada. Dan, dijual dengan harga yang cukup murah, hanya Rp 30.000. Ya lumayanlah untuk menempatkan beberapa hardware yang selama ini hanya saya geletakkan begitu saja di atas meja.