Monday, July 25, 2016

Sepatu dan Kepribadian Seorang Wanita

Sepertinya, kalau membahas tentang sepatu, saya termasuk satu dari ribuan wanita yang menyenangi sepatu tanpa hak tinggi. Alasannya sungguh sangat simple, rasanya susah sekali berjalan kalau memakai sepatu hak tinggi. Mungkin, karena faktor tak pernah bekerja di kantoran yang mengharuskan karyawannya memakai sepatu dengan hak, atau memang saya orangnya sangat sederhana untuk urusan alas kaki.

Tapi, banyak juga lhoo teman-teman saya yang menyukai sepatu hak tinggi atau high heels. Ya.. Memang sih, mereka yang menyukai sepatu jenis high heels ini rata-rata temen saya yang suka dengan mode. Setidaknya, saya bisa menilai mereka dari penampilan yang mereka tunjukkan saat diluar rumah. Meskipun begitu, kepribadian mereka saya pikir sangat anggun dan mempesona, berasa cewek banget pokoknya hehehe.. Jika saja saya bisa, saya juga pasti sudah membeli beberapa high heels untuk koleksi sepatu saya.

Nah, disini.. Ternyata hubungan sepatu dengan kepribadian seorang wanita memang erat adanya lho.. Jadi bukan hanya sekedar untuk mode saja, melainkan sudah menjadi jati diri seseorang. Beberapa hal yang saya simpulkan dari para wanita pemakai high heels, bisa kita baca dalam point-point yang akan saya tulis.

Mereka yang memiliki kepercayaan diri 

Secara tidak langsung, high heels membuat seorang wanita terlihat sangat percaya diri. Tidak mudah menggunakan sepatu dengan model tumit yang begitu tinggi jika bukan karena terbiasa dan percaya diri mampu menggunakannya. Wanita dengan sepatu jenis ini, biasanya dinilai memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ingin terlihat percaya diri? Cobalah untuk memakai sepatu hak tinggi.

Senang Menjadi Pusat Perhatian

Yaps.. Bahkan, saya sebagai wanita.. Akan memberikan perhatian lebih kepada wanita lain yang menggunakan sepatu hak tinggi. Apalagi sepatu yang mereka kenakan memiliki bentuk dan model yang gak biasa. Bisa lucu, elegant, anggun atau bahkan sangat glamour.

Wanita tegas penuh pesona

Bukan berarti yang suka memakai sepatu flat tdak tegas ya.. Kadang, wanita-wanita yang tegas dan penuh pesona bisa kita lihat langsung dari sepatu yang mereka kenakan. Mudah saja membayangkan hal ini, kadang.. Kalau kita sedang berada di sebuah bank atau perusahaan-perusahaan besar, para pegawainya yang diharuskan memakai sepatu high heels memang melambangkan ketegasan.

Selain point-point diatas saya pribadi mikir, berapa lama ya... Mereka pergi berbelanja sepatu-sepatu tersebut haha.. Konyol kan ya.. Pasalnya, pasti ada cerita dibalik penampilan menawan mereka, bisa saja mereka kebingungan saat akan membeli sepatu dengan banyaknya pilihan model terbaru. Nah... Sebagai orang yang berpengalaman berbelanja online, jika kamu kesulitan dan mungkin sudah malas keluar rumah buat beli sepatu, belanja online aja yuk..

Bagi kamu yang menyukai sepatu jenis high heels, saya menyarankan untuk mencarinya di toko online yang secara khusus memang jual high heels MatahariMall namanya.

Mengapa MatahariMall?

Pengalaman saya berbelanja di MatahariMall.com selama ini tidak ada kesan yang buruk bahkan ketika saya mengajukan komplain. Komplain saya pun hanya seputar barang yang belum sampai, padahal sudah dikirimkan. Bisa saja masalah ada di jasa pengirimannya, dan ternyata benar.

Salah satu sepatu yang dijual di MatahariMall.com


Selain itu, MatahariMall juga menyediakan banyak sekali pilihan high heels dengan model terbaru dengan harga terbaik. Kamu, bisa mencari jenis sepatu high heels dari yang rendah sampai yang tinggi. Selain itu, di MatahariMall, kamu juga akan mendapatkan banyak sekali potongan harga dari diskon-diskon yang ditawarkan lho.. Dan pengalaman saya sih, diskonnya itu gak kecil, bisa sampai 25% bahkan lebih.

Bagaimana? Masih bingung mencari toko jual high heels MatahariMall aja.. Dijamin puas pokoknya.

Sunday, July 24, 2016

Anggapan Salah Saya Tentang Instagram

Dulu, saya pernah membuat status di Facebook, bahwa.. saya ingin tetap menjadi ndeso karena gak mengenal Instagram. Saya gak menyesal menjadi katrok karena tidak punya instagram. Karena waktu itu, yang saya lihat di Instagram orang-orang hanya memamerkan foto tubuh mereka. Kegiatan mereka yang keren-keren dan terkesan kaya dan berada. Saya kurang menyukai kehidupan yang seperti itu, kehidupan yang menunjukkan sisi kesempurnaan tanpa memperlihatkan keburukan sedikitpun.

Entahlah, anggapan saya tentang itu sangat kuat dan malas melanjutkan lebih jauh. Seolah mereka hanya punya kehidupan yang indah sendiri. Namun, baru-baru ini, saya akhirnya membuat instagram juga karena beberapa tuntutan lomba blog yang mengharusnya pesertanya memiliki akun nstagram. Awalnya, saya kaku, gak ada yang bisa dishare di foto-foto sementara foto-foto yang ada di Facebook sudah saya hapus semuanya.

Mulai sadar, Instagram punya hastag

Yaaa... saya menemukan beberapa hal baru, hastag ternyata memiliki kekuatan super. Kamu bisa ditemukan dimanapun, sesuai hastag fotomu. mungkin twitter juga begitu kali ya, saya kurang mendalami juga :D.

Kayaknya, bisa jadi lahan bisnis juga

Ini dah, kalo udah kolot sama sesuatu tanpa melihat sisi baiknya. Instagram juga bisa jadi ladang bisnisss.. dan saya baru tau itu hahaha, ndeso to..

Gak harus Foto diri yang dipajang

Ya.. bukan cuma wajah kan foto yang bisa dipasang di Instagram, jemuran bajupun jadi buat ngisi akun instagram kita ;).

Pelajarannya?

Ya itu tadi, kita gak bisalah menganggap semuanya salah tanpa mencari tau sisi positifnya, tanpa mencari tau bagaimana hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan hal-hal yang tidak menyalahi aturan agama Islam. Setidaknya, ilmu latah jangan dikuasa dalam berinstagram ria. Mungkin itu aja sih ;).

Saturday, July 23, 2016

Mengaku Kalah, Sebelum Mencoba

Ya.. Saya memang memiliki sikap seperti itu, enggak memperbaiki dan mencari tau apa sebenarnya kekurangan dan kelemahan, malah mundur teratur sebelum mencoba yang lainnya. Padahal, saya tau betul, hal kayak gini seharusnya gak boleh ada dalam diri seseorang, termasuk saya. Banyak hal yang kadang membuat saya jadi begitu, dan tentu saja juga banyak alasan yang mendukung saya kenapa begitu.

Beberapa contoh yang terlihat, sangat saya sadari, bahwa saya memang manusia yang agaknya sudah mengaku kalah sebelum mencobanya. Padahalnya lagi, saya selalu menyemangati anak saya Kinza untuk terus mencoba sesuatu yang dia sudah mengalah duluan.

Selalu kalah, saat ikut lomba

Sebenarnya, ketika saya mengikuti lomba, adalah dimana saya mencoba kembali melawan kekalahan yang didapatkan oleh hati saya. Bukan semata-mata hadiah, alih-alih ikut meramaikan, saya ternyata kecewa juga ketika ikutan lomba dan kalah, merasa tidak diakui, merasa disingkirkan dan merasa dianak tirikan. Padahal, memang saya belum layak menang, gak layak menjadi nominasi, dan saya gak mengakui itu.

Ada sombong didalam hati ini

Dasarnya sih, memang ada kesombongan yang menyelinap halus, lembut dan tertata. Kesombongan yang ternyata tanpa saya sadari, tapi memang ada. Merasa lebih baik, sombong. Merasa tenar, Sombong. Merasa terbaik, Sombong. Ya.. semuanya adalah dasar sombong yang harus dihapus.

Gak Masalah, Selama bukan masalah Prinsip

Iya.. yang bisa mikir sedemikian rupa adalah orang yang patut saya tiru. Apa sih masalahnya, gak ada! Selama bukan prinsip yang dikalahkan, prinsip yang baik, prinsip yang harus dipegang teguh, apa masalahnya? Gak ada! Saya memang kadang ngerasa sangat pintar, mengharap yang sebenarnya jauh dari diri saya dan mengharapkan yang sepertinya mustahil dalam hal hal tertentu, dan saya.. kembali kepada poin dua. Padahal, pengakuan pintar akan diri sendiri akan membuat kita kembali ke poin dua, Sombong.

Pengen berubah?

Ya.. Sangat! Tapi tidak dikasihani, karena segalanya berada dan berasal dari dalam diri sendiri.

Tuesday, July 19, 2016

Rany R Tyas, Mom Bloger Pecinta Drama Korea

Menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga memang gampang--gampang susah. Meskipun gampang, tetap saja banyak tangung jawab disana dari yang paling simple sampai yang menyita banyak tenaga dan pikiran ya.. kadang sampe uring-uringan sendiri sih. Tapi, berbeda jika yang menjalani adalah seorang yang aktif menulis apalagi di blog kesayangan. Penalaman pribadi, ada banyak masalah yang bisa dititipkan disana.

Sudah banyak sekali sekarang emak-emak kece yang punya blog dan bahkan gak cuma punya melainkan bisa menghasilkan uang tambahan dari hobinya itu. Ya.. meskipun blogger yang akan saya bahas kali ini nampaknya bukan blogger yang matre matre banget kayak saya, paling tidak kami memiliki kesamaan. Punya anak satu dan sama-sama mulai ngeblog di tahun 2009, tapi kok kita gak pernah ketemu ya Mba Ran?


Mahmud Penggila Drakor

Eaa... Mamah muda satu ini memang pecinta korea, eh bukan dink.. mungkin udah bisa dikatakan penggila drama korea ya.. Entah kenapa setiap ada postingannya yang berbau korea yang bisa saya pantau melalui dashbord blogger saya, ingin sekali nge-klik. Bahasa blognya yang emang gak ada beban sama sekali, meskipun panjang dikali lebar, saya baca sampe abis. Memang sih, saya kurang rutin blogwalking karena memang ada beberapa kerjaan dan akhir-akhir ini semakin malas saja online, efek gak ada job kali ya hahaha..

Meskipun begitu, hal yang paling sering membuat saya ketawa sendiri adalah tulisan-tulisan yang ada hubungannya sama cinta, terlebih cowok-cowok korea yang memang super ganteng itu :D, pinter ndagel hahaa. Pokoknya.. jangan brenti nonton drakor ya :))


Journal Baby Han

Satu yang ingin seorang ibu bagikan adalah aktifitas dan tumbuh kembang anaknya. Mba Rany R Tyas, selalu menuliskan kisah tentang Han putranya yang kadang membuat saya iri. Saya kepengen gitu, buat jurnal yang bisa dibaca dan dibagi ke banyak orang atau bahkan menginspirasi :).

Selain kisah tentang Han, di Blog mbak Rany kita juga akan menemukan banyak sekali tips-tips seputaran media social dan tutorial-tutorial tentang blog.

Genggem Donyo Langkung Seratan

Oh ya.. Tentang Tag line-nya blog Coretan Ran , selaku orang jawa.. saya gak ngerti artinya apa karena bahasanya yang alus, taunya cuma Genggem Donyo tapi yang Langkung Seratan  saya gak paham. Memang kalau yang unik-unik dan beda itu bikin orang penasaran, pengen tau artinya, dan saya lihat ada yang tanya juga di blog Mbak Rany, tapi belum kejawab, bolehlahhh dijawab, paling gak untuk saya ehehehe..

Emmm.. mungkin segini aja kali ya haha.. Maafkannn.. gak bisa posting panjang lebar, efek masih lebaran dan baru ada angin semangat nulis ;).