Thursday, May 05, 2016

Kisah Satu Atap Dua Nahkoda

Ada hal yang paling saya hindari saat menikah dan bahkan sudah saya pikirkan jauh-jauh hari sebelum menikah yaitu "Saya gak mau tinggal dengan orang lain, saya gak mau tinggal dengan orang tua atau mertua dengan suami saya". Saat diboyong ke Kaltim, saya memang sempat berada dirumah mertua yang awalnya saya minta cuma 2 minggu saja jadi tambah 2 bulan karena masalah kontrakan. Biarlah kita sedang gak punya uang atau sedang mencarinya, asal jangan ada di dekat orang tua.

Banyak sebab tentu saja, meskipun belum punya anak pada waktu itu, kedekatan dengan mertua dalam satu rumah kadang membuat kita berbeda pendapat. Sebaik apapun mertua dan menantu. Ruang gerak dan sikap suami istri dalam rumah mertua atau orang tuapun jadi enggak maksimal. Belum lagi kalau masih ada adik ipar, terus lagi adik iparnya beda jenis kelamin sama kita, duh... rempongnyaaaa.. sudah bikin pusing kalau dipikirin :)).

Saya berpendapat, tidak akan bisa satu kapan dinahkodai oleh 2 orang yang berbeda. Meskipun itu anak sendiri, kalau posisi sudah menjadi suami, setidaknya.. biarlah dia punya keinginan, keputusan dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Kalau dibilang gak sayang sama mertua/orang tua, sayanggg.. sayang banget malah. Bahkan dari dalam lubuk hati terdalam, saya sangat menyayangi orang tua suami dan tentu saja orang tua sendiri, tanpa membeda-bedakan! Keadaan seperti apapun, Alhamdulillah.. saya masih bisa mengerti, bagaimana kita juga harus memberi kasih sayang kepada orang tua suami, karena itu adalah tanggung jawab kita juga. Apalagi suami kita anak laki-laki dirumahnya.. Ya iyalah... namanya aja suami wkwkwkkww.

Perbedaan Visi 

Gak akan bisa kita bersatu dengan orang yang memiliki tujuan hidup yang berbeda dengan orang lain. Mengapa ada suami istri yang rukun dan akur, karena mereka sejalan dan memiliki cita-cita yang sama. Pemikiran yang sama dan cara yang sama meski tetap berbeda watak. Kita ingin sama-sama memiliki seorang anak yang nantinya akan mondok disini dan disana dengan alasan yang sama. Kita harus mendidik anak kita dengan cara begini dan begitu, dengan cara yang sama. Kita jangan biarkan anak untuk melakukan ini dan itu, dengan tujuan yang sama. Dan kita juga akan membiarkan anak-anak kita yang melakukan ini dan itu dengan harapan yang sama.

Tapi kadang, perlakuan nenek kepada cucunya jauh bertentantangan dengan cara yang kita pilih tersebut. Perbedaan cara mendidik, cara memberitahu dan cara menyampaikan sesuatu. Kadang yang paling jamak adalah, memberikan anak kebohongan-kebohongan kecil yang oleh kami sangat dijaga jangan sampai kita berbohong sekecil apapun. Tidak sama! Dan disana akan muncul masalah-masalah baru, menumpuk.. menumpuk.. dan menumpukk yang akhirnya hanya akan menjadi bom waktu, siap meledak kapan saja dan hancur.

Perbedaan Pemikiran

Kadang, masih saja orang tua yang demi kebaikan anaknya untuk bekerja disini dan disitu. Sementara kita sebagai anak gak mau, dan maunya itu kerja sendiri. Kalau ia anak laki-laki, bagaimana ia akan bersikap, bingung. Dia harus nurut dengan orang tuanya meski udah punya istri. Berbda dengan perempuan yang memang harus nurut sama suaminya meski harus menentang orang tua. Kadang, pisah dengan mereka akan membuat kita jauh lebih tau bagiaman harus menjalankan yang selanjutnya, mandiri. Disadari atau tidak, berbeda pengalaman seorang yang sudah berumah tangga sendiri dengan yang masih ikut dirumah ibu atau mertua.

Apalagi di Jawa, kadang saya suka pengen sekali protes kalau ada saudara saya yang nentang suaminya karena ibunya. Memang sih kelihatan kayak anak durhaka wkwkkwww... tapi memang disanalah kita. Wanita harus nurut sama suami, bukan ibu ketika ia telah menikah. Dalam kasus seperti ini, tentu aja suami yang InsyaAllah paham agama dan paham bagaimana caranya memuliakan orang tua, gak akan ada drama termehek-mehek rebutan anak perempuan hahhaa..

Kadang sisi lain yang berbeda adalah, kebanyakan orang tua selalu pengen anaknya sudah mencapai titik aman dan mapan. Punya rumah, menetap, menjalani pekerjaan tetap begini dan begitu. Sementara sang anak masih kepengen mengembangkan diri karena merasa dirinya masih mampu menjadi lebih baik lagi kalau tidak berdiam diri saja. Dan perselisihanpun terjadi.. dalam diam :D.

Komunikasi

Yang terpenting dari semuanya adalah, komunikasi yang baik dengan orang tua dan mertua. Suatu hari mertua saya tanya kepada saya:

"Husnul gak seneng ya tinggal sama Mama, kok minta pindah terus?"

Berhubung saya sangat dekat dengan beliau, saya terang-terangan dan jujur memberikan jawaban kepada mama mertua saya.

"Bukan masalah gak seneng Ma, biar mandiri, terus nanti kalau saya lama-lama dirumah mama, bisa-bisa kita berantem. belum lagi berasnya mama abis sama saya hahhaha"

Sambil bercanda seperti itu, Alhamdulillah mama mertua saya ngerti. Dan beliau suka mampir membawa banyak makanan untuk saya kalau dari pasar -Sebelum ada Kinza-. Komunikasi sangat penting, dengan cara yang baik dan tetap menghormati orang tua kita.

Kalau rumah sendiri, MasyaAllah... hubungan suami istri benar-benar terasa, gak ada sekat dan kita benar-benar tahu bagaimana satu sama lainnya. Bagaimana pasangan kita dan bagaimana cara kita mengerti mereka. Dalam hal ini, saya tidak ingin menyinggung siapapun, siapa saja mereka yang "terpaksa" masih tinggal dengan mertua dan orang tua, hanya berbagi pengalaman saja. Merasakan sensasi rumah tangga baru yang jatuh bangun dan bangun lagi dan debar-debar gimanaaaaa gitu wkwkwkw.. :D.

Penasaran khaaaannn... penasaran.. penasaran :p, Cuz.. deh cari kontrakan #dikeplak! Emang semudah itu apa? Iya sih, mudah buat saya :)).

Wednesday, May 04, 2016

Tentang Sebuah Identitas

Apa yang kamu nilai saat pertama kali bertemu seseorang? Melihat sepintas kemudian menyimpulkan orang ini begini dan begitu. Sangat mudah memang menilai orang dengan kacamata kita. Padahal, belum tentu penilaian kita itu benar, kan?

Kalau saya, melihat seseorang pertama kali yang saya perhatikan adalah kakinya. Saya suka mengamati orang yang sata temui, khususnya wanita. Dari atas kelihatan dia berjilbab panjang dan lebar, kemudian cepat-cepat saya lari ke kakinya :D. Pandangan saya, gak akan lari ke kaki kalau mereka pake celana ketat, kaos ketat meskipun berjilbab. Entahlah.. Semacam saya bisa melihat bagaimana orang tersebut kemudian diam-diam dalam hati menilai. Tidak, saya tidak pernah share sama suami atau orang lain. Suami anti banget diajak ngobrol yang bukan urusan "kita". Jadinya saya terbiasa dengan perlakuannya itu :)).

Identitas seorang wanita akan kita tahu, seeeebagus apapun pakaiannya, sebagus apapun jilbabnya, saya pasti larinya ke kaki. Ya.. Kaki adalah bagian tubuh wanita yang menjadi salah satu dari aurot. Ah.. ini masaku dulu, sebelum kenal kaos kaki :D. Sebagai pengoreksi diri juga, gimana kita bisa menghadirkan Islam jauh lebih baik dari yang sekarang. Menghadirkan Islam dalam kehidupan, dan dalam apapun.

Memang, kadang mulutnya orang itu jauh lebih kita takuti didunia ini. Entahlah.. rasanya enak banget jadi orang yang cuek dan jarang-jarang merhatiin mulutnya orang. Cieee... dimulut-mulutin wakakakaka... Begitulah, biar blog ini update aja sih. Tulisan gak perlu mikir panjang dan gak perlu cari bahan, jadi deh ;).

Saturday, April 30, 2016

Oh.. My Blog

Ngeblog itu asik.. Apalagi dapet duit, ngeblog itu menyenangkan, apalagi kalau dijalani dengan cara yang tak membosankan. Sudah berapa banyak orang yang tanya kerjaan saya dan suami, ya.. mungkin mereka heran, dalam waktu kurang dari setahun itu sudah terlalu lama bagi seorang blogger yang biasanya udah bisa beli rumah mewah malahan rumah kontrakan sudah banyak isinya. Kontrakan terbayar lunas dan seringnya kurir JNE dateng kerumah serta sukanya saya pake jasa setrika :D.

Mungkin orang-orang punya pikiran negatif dan saya gak mau ngurusin dan mencari tau itu ya.. nanti jatuhnya saya suudhon sama orang :D. Atau mungkin orang memandang kami dengan sinis. Celana kerja pakai kolor dan daster murahan tanpa dasi pun jadi keseharian kami. Ternak tuyul? Alhamdulillah.. kita hanya percaya sama Allah kalau soal urusan rezeki. Jalan halal yang kita cari, bukan yang lain, sampai ngambil daun salam ditetangga saja saya gak berani :)).

Oh ya.. kembali ke blog, sebenarnya semua niche blog saya punya, nulis artikelnya juga saya bisa. Tapi.. Ngisinya itu yang bikin saya ajut-ajutan sendiri. Kalau diurus kayaknya bisa juga dia ngasilin uang, kalau cuma 100-500 ribu per bulan dari satu blog kayaknya masih kurang maksimal. harusnya bisa lebih, yaa... minimal harusnya 1 juta kek per blog tanpa pusing mikirin ini dan itu. Ditambah lagi, kemaren saya abis gajian dari yutub sejak 2 tahun yang lalu wkwkkw.. Alhamdulillah.. bisa buat tambahan beli Kulkas baruuu.. Alhamdulillah... pokoknya. Gak perlulah orang tau seberapa banyak blog yang kita punya, gak ada gunanya juga, gak nambah nilai jual, gak nambah klik dan gak nambah pendapatan wkwkw, kecuali yang mau ngiklan sih :)). Newbie, It's me!

Sekarang mau buat video yutub, si Ayang Kang Mas Suami Tercinta mikir modal untuk beli Adobe. Membuat konten yang bermanfaat dengan modal yang halal dan baik. Hmm.. saatnya rajin menabunggg.. Ditambah lagi, aplikasi hijaiyah yang udah dibikin sejak tahun gak enak,  juga kayaknya harus dikembangin lagi, biar bisa ikutan eksis di Google Play. Duh gak sabar punya mimpi-mimpi indah tentang ngeblog. Saya cinta blog-blog saya seperti saya mencintai anak saya.. yahh lebay wes,.. pastinya lebih banyak cinta ke suami donk :)).

Misi yang terdekat aja sih, nyelesaikan tanggung jawab, cuci piring! wkwkwkw..

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Baju Kemeja Bagi Perempuan

Pakaian sering kita jumpai di mana – mana karena memang pakaian ini kebutuhan pokok setiap orang baik laki – laki ataupun perempuan. Berbagai macam pakaian saat ini bermunculan dengan gaya dan jenis yang berbeda – beda sehingga bagi setiap orang menjadi hal yang baik di sebabkan memiliki banyak pilihan ketika anda hendak akan membeli pakaian tersebut. khususnya baju sudah banyak jenis pakaian yang bisa dipilih salah satunya baju kemeja perempuan. Modelnya memang ada 2 pilihan yaitu model kemeja perempuan ataupun laki – laki. Baju kemeja ini sering di pakai pada saat ini dengan bermacam – macam bentuk dan jenis dan itu bisa membuat nyaman ketika sedang di gunakan. Dan sekarang mucul baju kameja yang islami dan ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk di gunakan karena sudah sesuai dengan ketentuan dari agama islam.

Namun memang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih baju kemeja ini khususnya bagi perempuan. Karena baju perempuan ini harus sangat berhati – hati di sebabkan perempuan memiliki banyak yang harus di lindungi. Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam memilih baju kemeja perempuan adalah sebagai berikut ini :

  • Pertama baju kemeja harus di buat tidak membentuk tubuh dan tidak transparan. Agar terhindar dari berbagai macam ketidakbaikan di dunia ini.
  • Kedua pilihlah baju kemeja yang menutupi seluruh aurat. Dan ini menjadi harga wajib bagi anda semuanya untuk memperhatikan setiap pakaian yang di gunakannya.
  • Ketiga pilih baju kemeja yang serasi dengan pakaian yang lainnya seperti dengan kerudung atau dengan pakaian bagian bawahnya agar terlihat lebih serasi dan bagus ketika di lihatnya. Termasuk model kemeja perempuan tersebut harus sesuai dengan yang lainnya.
  • Keempat pilih baju kemeja yang terbuat dari bahan yang halus dan tidak diperkenankan menggunakan baju kemeja seperti laki – laki.

4 hal yang harus diperhatikan di atas ini mudah – mudahan bisa menjadi hal yang diperhatikan agar membuat anda lbih nyaman dan sesuai dengan aturan agama. Jika anda menginginkan baju kemeja tersebut khususnya perempuan anda bisa mengunjungi website hijup.com yang kualitasnya insya allah terjamin.