Wednesday, December 5, 2018

Ketika Hatimu Berkata Berilah, Maka Segerakan

Kadang, saya suka mikir dengan orang yang belum terbuka hatinya untuk terus menggenggam apa yang dia sukai. Beberapa dari mereka malah sekedar basa-basi saja akan memberikan sesuatu itu didepan orang lain. Kadang, malah memberi barang-barang yang dia sendiri gak mau memakan atau menggunakannya. Dari sana saya mulai tahu, mengapa Allah menyuruh umatnya untuk memberi yang terbaik, memberi apa yang paling kamu cintai.



Sebenarnya, saya sendiri masih belajar tentang ini. Saya belajar untuk mulai mengalahkan ego dan mengalahkan keinginan untuk menyimpan barang-barang yang saya sayangi. Jika saya mulai menyayangi sesuatu dan sayang untuk berbagi, saya akan mulai memaksa diri untuk semakin memberikan apapun itu untuk orang lain. Dan cara ini memang ternyata bekerja dengan baik agar kita tidak mudah kecewa dan sulit memberi alias kikir dan pelit.

Saya pernah membaca, Rezeki yang Allah beri untuk kita adalah sesuatu yang sudah diberikan kepada orang lain, sedekah dan juga semua yang sudah masuk kedalam perut. Cara berpikir memberi sedikit mungkin akan membuat kita memiliki banyak itu memang benar-benar salah. Sangat salah! Memberilah sebanyak-banyaknya, sebisamu, semampumu, segerakan maka yang maha memiliki akan mengembalikan jauh lebih banyak dari yang kita keluarkan, dan itu juga sudah sering terbukti.

Tulisan ini sebenarnya tulisan curhat saya akan sesuatu. Saya diberi sesuatu oleh orang, barang yang sepertinya dia sendiri tidak ingin memakannya. Kondisinyapun memang terlihat tidak enak untuk dimakan. Saya ngerasa kecewa meskipun saya diberi, mengapa saya kecewa? Karena saya melihat ada banyak yang bagus yang bisa diberikan. Dan ya... Trimakasih untuk pelajaran pagi ini, saya akan terus menguatkan niat dalam hati, untuk tidak memberi sesuatu yang kita sendiri tidak menyukainya kepada orang lain.

Beruntung juga saya memiliki seseorang yang selalu mengingatkan untuk berbagi dengan yang paling kamu cintai. Dimulai dari sana sebenarnya, perasaan kecewa dengan orang lain akan sulit terjadi. Terbiasa memberi dan tidak mengharap. BTW, saya gak ngarep dikasih lo ya... hanya saja.. tiba-tiba diberi hehe.. Memberi tak harus menunggu kaya, menunggu punya lebih, tapi ketika hati sudah berbisik, berilah.. maka segerakan.

No comments:

Post a Comment