Karena Menjaga Aurat Bukan Hanya Tugas Wanita

Alhamdulillah.. Sejak tahun 2010 saya sudah mengenakan hijab meskipun dulu saya sekolah di MTs yang yang mengajarkan banyak agama, namun setelah sekolah saya tidak lagi menggunakan hijab. Alasannya, bukan karena saya tidak ingin berhijab, tapi karena saya belum mengerti benar kewajiban menggunakan hijab bagi wanita muslimah. Lulus tahun 2004, tapi Allah ternyata sayang kepada saya melebihi yang saya pikirkan. Tahun 2010 awal, saya mulai berani menggunakan hijab. Ya... saat itu saya belum menjadi wanita yang cuek seutuhnya, saya masih suka sibuk mendengar omongan orang lain dari pada menuruti kata hati.



Semakin kesini, saya merasa hijab tidak bisa saya tinggalkan lagi. Niat awal yang memang gak mau mencoba atau hanya sekedar pengen nyoba, Allah berikan kemudahan demi kemudahan dalam menggunakan hijab. Saat itu, gaji saya gak banyak dan saya jarang sekali membeli pakaian. Saya lebih senang menyimpan uang yang kemudian saya kasih ke orang tua dari pada membelanjakan untuk diri sendiri. Termasuk pelit sama diri sendiri. Saya lebih kepengen ngasih ke orang tua uang yang saya dapatkan gak begitu banyak itu.

Jalan hidup saya memang sedikit berliku, sekolah yang terhenti hanya sampai SMP tidak membuat saya ingin berhenti belajar. Ditambah lagi, dalam masalah menutup aurat ini, Allah memilihkan jalan yang selalu saya syukuri sampai hari ini. Allah membawa saya ke Bali, tempat dimana saya belajar jauh lebih banyak tentang agama. Bali memang penuh misteri, sepertinya... Bali membawa orang pada kepribadian yang mereka miliki. Benar-benar saya merasakan hal itu. Hanya sebentar saya disana, 1,5 tahun yang penuh pelajaran hidup. Bertemu dengan orang-orang baik dan hebat serta perhatian dengan saya. Dan tapi, sebenarnya artikel saya kali ini bukan untuk menceritakan kehidupan saya, sudah tuwuk saya curhat haha.. mungkin lain kali lagi.

Ini, hanya tentang kewajiban menjaga aurat yang saya sadari bukan hanya tugasnya wanita saja, lelakipun begitu. Setelah menikah, saya juga baru tahu hal ini, saya memang begitu bodoh, hal-hal dasar tentang agama masih saya pelajari hingga saat ini. Allah lebih tau bagaimana saya hidup dan harus menikah dengan siapa, sudah takdir yang harus saya jalani. Memiliki suami yang tak sempura tentu saja saya sangat menyadarinya. Namun, dibalik ketidak sempurnaannya.. Saya menemukan banyak sekali kebaikan-kebaikan yang akhirnya ia tularkan kepada saya.

Saya tidak pernah sekalipun melihat suami keluar rumah selain halaman depan mengenakan celana pendek diatas lututnya. Bertelanjang dada apalagi. Sudah lama saya ingin menulis ini karena banyaknya foto-foto yang saya lihat di Instagram mereka yang meng-klaim diri mereka soleh ternyata masih memiliki foto yang menggunakan celana pendek diatas lutut. Hal dasar seperti ini seharusnya sudah dipelajari sebagaimana wanita belajar tentang hijab dan aurat.

Bukan hanya itu, kadang saya sesekali bertemu dengan laki-laki yang menggunakan celana pendek, rasanya tu malu sekali, risih dan nggak nyaman sendiri. Lingkungan memang akan membentuk karakter dan kehidupan kita, memilih dengan baik adalah bagian dari menata visi misi hidup yang baik. Karena menjaga aurat, bukan hanya tugas wanita! Lelaki juga harus lebih menjaga auratnya, jangan hanya menyalahkan wanita dengan gembar-gembor untuk menutup tubuhnya, Ah... rumit sekali kan ya... :D

No comments