Cinta dengan Ribuan Perbedaan Base Vlog Nanda Jun

Banyak hal yang bisa membuat kita selalu bersyukur dan mencintai pasangan hidup. Kadang, ada kalanya kita merasa sedih dengan keadaan, merasa bimbang dengan diri sendiri dan merasa diri ini kurang beruntung. Padahal, ada jauh lebih banyak pula hal yang perlu kita syukuri dan ucapan terimakasih karenanya. Namun, kenapa yang kita ingat hanyalah rasa sedih jika kebahagiaan yang kita dapatkan lebih banyak.



Untuk kita yang kurang menerima diri sendiri, kurang menerima keadaan dan masih menginginkan hal yang lebih, ingatlah... Masih sangat banyak orang yang tidak memiliki apa yang kita miliki. Dan mereka, jauh lebih menikmati hidupnya dari pada kita yang notabene memiliki lebih banyak kelebihan kalau dilihat dari kasat mata. Dari sini saya belajar, bahwa kebahagiaan itu datangnya dari hati, bukan dari yang terlihat dan yang nampak.

Dari judulnya sih saya hanya melihat dari yang terlihat oleh mata, dimana Vlog Nanda dan Jun adalah contoh perbedaan. Sungguh.. saya benar-benar belajar banyak dari vlog mereka. Bagaimana si Nanda yang  memiliki badan besar dan gemuk menjalani  ganteng dkehidupan rumah tangga dengan seorang Jun yang asli Korea dengan muka ganteng dan atletis. Kalau pasangan Vlogger yang cantik juga tampan sih udah biasa ya.. tapi Nanda dan Jun membuat saya memandang hidup dengan cara yang berbeda.

Keromantisan yang mereka kasih buat penonton YouTube-nya yang natural banget dan gak alay. Kemudian bagaimana cara Jun mencintai Nanda yang apa adanya. Saya disini bukan untuk mengasihani, karena mereka menjalani hidup dengan semangat dan hal hal positif lah yang membuat saya ingin menulis.

Bagaimana dengan Cinta Inuel dan JoO


Ngomongin cinta dengan perbedaan, saya sendiri juga awalnya merasa seperti itu dengan suami. Dulu, ketika suami lagi kuliah di Jogja, saya malah bekerja sebagai seorang penjaga warnet di Surabaya. Perbedaan yang sangat signifikan menurut saya karena saya seorang yang hanya lulusan SMP.  Lalu..  apa yang terjadi dengan kami setelah menikah?

Bukankah suatu yang timpang ini akan membuat banyak miscommunication antara saya dan suami karena nggak nyambung? Tentu aja enggak ya... Mungkin karena kami sama sama blogger, jadi ada topik untuk memulai pembicaraan dari apa yang kami mengerti bersama.

Saling mengimbangi


Pikiran saya tentang bagaimana sulitnya mengimbangi suami karena jenjang pendidikan yang sama sekali nggak nyambung hilang begitu saja setelah menikah. Dalam rumah tangga, bukan lagi siapa yang sarjana dan siapa yang pembantu rumah tangga. Yang ada hanyalah... Kita sama sama harus belajar dan bisa saling melengkapi. Kehidupan rumah tangga yang terlihat rumit inilah yang sebenarnya asik buat dijalani. Apalagi saya dan suami sadar, bahwa kita memiliki banyak pemikiran yang sama dalam banyak hal. Status-status sosial tidak lagi diperhitungkan, karena kita harus memikirkan hal yang jauh lebih besar, masa depan bersama.




1 komentar