Pengalaman Khitanin Anak Pertama

Alhamdulillah.. segala puji syukur selalu kami panjatkan hanya untuk Allah semata. Rasanya, baru kemarin saya menikah, kemudian tak disangka-sangka Allah langsung memberi rezeki dan amanah besar dengan hadirnya Kinza, anak pertama kami. Kemudian, setelah saya yang masih merasa baru kemarin melahirkan, hari ini tepatnya tanggal 21 Desember 2019 kemaren anak Kinza khitan. Kehidupan yang sungguh luar biasa. Allah berikan kenikmatan melalui proses yang sangat baik.



Kinza, anak pertama saya yang sudah berusia 5,6 tahun ternyata anak yang hebat dan pemberani. -Khitan yang dia jalani sebenarnya tanpa persiapan jauh-jauh hari. Karena Abi-nya juga nawarinnya mendekati hari khitan massal yang diadakan di masjid Ar-Rayyan Diwek, Jombang.

Meskipun nih ya... Meskipun sempat ada drama pas Kinza mau dikhitan. Pas masuk ke ruang khitan karena namanya sudah dipanggil, ternyata ia masuk di waktu yang tidak tepat. Iya.. menurut Abi kinza, anak yang ada disebelah mejanya itu teriak-teriak gak mau dikhitan. Otomatislah Kinza yang udah percaya diri dan berani jadi mengurungkan niatnya untuk sunat karena sepetinya mengerikan. Saya lihat sih Abi Kinza jengkel sama kejadian itu haha.. Saya sendiri nyusulin Kinza setelah Abi-nya telpon diminta datang ke Masjid bawa robot Giga 7 hadiah sunat Kinza.

Cukup lama kami membujuk Kinza untuk berani khitan dengan dokter, sampai pesertanya mau habis akhirnya Kinza sedikit dipaksa dan menjadi no 2 dari belakang hahaha. Oh ya.. Kinza ndak nangis ya pas dikhitan, setelah dibius Kinza udah tenang sampai yang dia liat sendiri prosesnya. Saya, ya... saya cukup mendengarkan suara dia dari luar, maaf sodara-sodara, saya tidak tega melihat Kinza. Tapi Abi Kinza kuat kok :D.

Jadi, di postingan kali ini sebenarnya saya hanya ingin berbagi cerita biar anak mau dikhitan di usianya yang masih kecil. Cara agar anak yakin dan berani khitan atau sunat.

Beri penjelasan dengan jujur


Mungkin hingga saat ini masih banyak orang tua yang suka "membohongi" anaknya yang notabene ndak ngerti juga. Saat mau khitanin anak, kita sebagai orang tuanya harus menjelaskan secara jujur apa tujuan khitan dan bagaimana rasanya. Dan mungkin disinilah peran Bapak sangat dibutuhkan. Karena bapak yang mengalaminya, maka ia bisa bercerita pengalamannya kepada anak laki-lakinya. Kemudian Ibu sendiri ya memberi dukungan dengan meyakinkan bahwa setiap anak laki-laki harus khitan.

Saya sendiri meyakinkan Kinza tanpa kebohongan sedikitpun. Saya beritahu Kinza bahwa sunat memang sakit tapi ada dokter yang mengobati, jadi tidak perlu takut. Jadi pasca sunat anak gak akan protes dan merasa terbohongi. Kemudian saya juga memberi tahu dia bahwa Kinza harus sunat biar makin sehat dan bersih. Jadi, saya setidaknya setiap hari memberi tahu dia bahwa dia berani untuk sunat.

Beri Hadiah


Ya... karena mereka sudah mau dan berani, tentu saja kita harus memberikan hadian buat sang jagoan. Saya belikan Kinza robot Giga 7, hadiah yang ia inginkan. Dengan hadiah, perasaannya jadi terhibur dan mungkin sedikit melupakan rasa sakitnya. Kebetulan Kinza khitan pake laser kemarin, tapi saya ndak ikut ngerawat, karena Kinza nggak mau saya liat, semua Abi-nya :D.

Sugesti pikirannya Bahwa sunat itu menyehatkan


Benarr.. kita harus menanamkan kata-kata yang positif kepada mereka. Beberapa kali Kinza bertemu dengan Nyai-nya dan dikata-katain kalau sunat itu sakit lo ya.. berani taaa.. sambil seperti di ejek gitu, tapi dia gak gentar tu hahaha...

1 comment

  1. Alhamdulillah Kinza udah sunat ya? Semoga menjadi anak yang soleh ya Nak. Berbakti pada ibu dan bapak.

    ReplyDelete