SPBU Pertamina Dekat Rumah Tutup, Beli Bensin Jadi Tambah Jauh

Posting Komentar
Sejak pindah ke Jombang dan sejak Kinza mulai masuk TK, motor yang kami gunakan untuk wara-wiri makin rakus BBM. Kalo dulu sebulan kadang ngisi cuma dua kali, sekarang, bisa seminggu sekali. Kadang belum seminggu udah harus ngisi. Udah jadi kebiasaan kalo ngisi bensin pasti nunggu sampai bensinnya benar-benar mau habis. Sampe fuel indicator-nya kedip-kedip. Bukan apa-apa, kami emang pantang ngisi bensin kalo belum kepepet. Alasannya sederhana.



SPBU Pertamina yang dekat, hanya berjarak sekitar 1 km dari rumah adalah alasan kami kerap enggan mengisi bensin kalo belum menyisakan 1 bar di indicator. Tapi beberapa bulan belakangan, POM bensin dekat rumah makin sering kehabisan stok BBM. Seumur-umur tinggal di Jawa. Jarang sekali saya jumpai ada SPBU yang kehabisan stok berkali-kali dalam sebulan. Kalaupun ada, biasanya yang habis adalah jenis Premium. Atau akibat kelangkaan BBM berskala Nasional yang seringnya dikarenakan cuaca buruk, de es be.

Sangat jarang saya jumpai ada POM yang sampai kehabisan pasokan BBM, terutama untuk jenis Pertalite, apalagi jenis Pertamax. Puncaknya, 1 bulan yang lalu. POM bensin dekat rumah kami akhirnya benar-benar tutup dan tidak beroperasi sama sekali. Membuat saya bertanya-tanya apa yang salah dengan POM ini? Padahal, kalo dilihat dari lokasinya, POM ini justru berada di tempat yang sangat strategis. Berada dekat dengan perkampungan yang bisa dibilang tidak kalah ramai dibandingkan Jombang Kota.

Jalan yang dipilih pun tak kalah menarik. Ini adalah jalur utama menuju Batu-Malang, Kediri, Trenggalek, Pare, dan lain-lain. Saya juga kerap melihat SPBU ini tak pernah sepi  pembeli. Hampir bisa dipastikan tak pernah kehabisan pelanggan--dari pagi hingga malam. Tapi kenapa, kok tiba-tiba tutup?!

Terpaksa untuk membeli bensin kami harus pergi ke SPBU yang jaraknya agak jauh. Sekitar 3.3 km. Lumayan, kalau PP sudah 6.6 km. Pada awalnya, kami belum begitu menyadari tanda-tanda kalo SPBU dekat rumah mau tutup. Kami menduga kalau SPBU ini pasti sering telat dapat kiriman hingga membuatnya sering kehabisan stok. Dan, masih belum move on dari kebiasaan "nunggu" indicator bar berkedip, kami sering mendatangi SPBU ini meski yang kami dapatkan hanya kekecewaan dan terpaksa harus membeli di POM Mini karena takut motor mogok kehabisan bensin.

Karena berkali-kali dikecewakan, akhirnya kami memutuskan untuk tidak lagi mencari ke SPBU dekat rumah, tapi langsung potong kompas dan membeli di POM yang satunya, meski pun jaraknya lumayan jauh. Lagi-lagi  muncul pertanyaan di benak saya dan tak habis pikir mengapa pom bensin ini bisa tutup?

padahal, sejauh yang saya tahu. Pom bensin adalah salah satu jenis usaha atau bisnis yang katanya sangat menguntungkan. Apalagi, sekalipun ada persaingan, Jarak antara satu POM dengan POM yang lainnya lumayan jauh. Tak hanya itu, pelanggan pun pastinya tidak akan pernah ada habis-habisnya. Mengingat setiap hari selalu saja ada mobil dan motor baru yang keluar dari dealer.
Terlebih, jika pemilihan lokasi yang digunakan untuk membangun SPBU berada di tempat-tempat yang strategis seperti di tempat  yang saya maksud. Saya yakin, mereka pasti tak akan pernah kehabisan pelanggan.

Tapi tentu saja, akan selalu ada faktor x yang tak pernah kita tahu yang kadang melanda sebuah bisnis. Sekalipun bisnis tersebut terlihat sebagai lahan "basah" yang bisa bikin semua orang mupeng.
Husnul Khotimah
Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

Related Posts

Posting Komentar