Muhasabah Diri - Kumpulan Status Privat Inspiratif

Kalau ditanya seberapa sering saya bikin status yang diprivat, jawabannya adalah sangat sering. Gimana dengan teman-teman, apakah masih suka membuat status di facebook? Dan ini beberapa diantaranya.. mungkin akan saya share lainnya di postingan yang lainnya. 

Kesempatan

October 3 at 3:34 PM  · Shared with Only me

Obrolan yang sering saya dan Ayang Mbeb bicarakan ditengah banyak kegiatan. Saat makan, selesai sholat, atau di waktu luang yang lainnya.  Seharusnya.. kesempatan itu diberikan kepada siapa aja. Kesempatan menyelesaikan masalah, kesempatan menjelaskan, kesempatan untuk berpikir. 

Dan seringnya, kita gak mau dan jaraaaanggg banget ngasih kesempatan kepada orang lain, termasuk khususnya kepada anak untuk itu semua. Padahal.. yang kita sadari, dengan kesempatan itu, kita bisa jauh lebih bisa menahan amarah dan emosi, itu yang sudah saya rasakan. Sabar memang berat, tapi memberi kesempatan juga tak kalah beratnya.


***

Ada yang pernah sama seperti saya, sering grusa-grusu dan tidak mau memberi kesempatan untuk orang lain walau hanya untuk sekedar menjelaskan. Padahal, jika saya mencoba untuk memberi kesempatan untuk anak saya Kinza, suasana rumah akan jauh lebih adem dan tenang, Mas Kinza juga akan menurut dengan ikhlas dan sukarela ketika saya meminta sesuatu kepadanya.

Ragu-Ragu

July 12  · Shared with Only me

Kalo ada yang tanya kemana bapaknya, yang bikin gambar ini bapaknya. Note: Bukan Iklan Kong Guan ya ini 🤣

***
Kita pasti pernah mengalami ragu-ragu ketika kita ingin membagikan sesuatu ke sosial media baik itu mengunggah foto ataupun tulisan kita sendiri. Ragu, dengan komentar orang lain, Ragu - takut dibilang pamer, Ragu - Takut menyakiti orang lain dan alasan keragu-raguan lainnya ketika akan mengunggah sesuatu. Dan di status ini, saya ragu-ragu saat akan mengunggah foto kami bertiga (Ummi, Mas Kinza dan Adek Zayn) meskipun itu fotonya bagus, akhirnya saya privat.

Ragu-ragu bagi saya adalah penimbang untuk melakukan sesuatu tapi tidak dalam urusan agama. Jika sikap ragu-ragu bisa membuat kita berpikir sejenak dan mengambil keputusan yang mungkin jauh lebih baik. Tidak ada salahnya untuk memberi "dia" kesempatan untuk menang, silahkan

Empati

July 10  · Shared with Only me

Empati ada dalam setiap orang, hanya saja.. kita memilih untuk membiasakan ia menjadi gaya hidup kita atau memilih untuk menguburnya. Semuanya hanya tentang pilihan.

Status FB Inspiratif

Ya.. saya sering menjumpai orang tanpa empati didalam dirinya. Dikehidupan nyata, kebanyakan orang sungkan untuk mengungkapkan sesuatu, tidak mau menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu untuknya. Karena kita orang dewasa yang seharusnya mengerti dan tahu apa itu empati dan bagaimana mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, itu yang orang lain inginkan dari kita.

Oleh karenanya, mengasah empati sejak kecil sangat-sangat saya terapkan untuk anak-anak kami. Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi banyak orang, ya.. selain membuat saya merasa nyaman dengan diri sendiri dengan segala situasi yang ada hehe. Jadi intinya, Motivasi hidup bisa kita dapatkan dari mana saja termasuk dari status yang batal dipublikasikan haha



15 komentar

  1. Senang sekali bisa mampir ke mari. Ya ... terkadang saya ragu untuk membagikan foto saya bersama anak anak dan pasangan, dan keraguan itu selalu menang.

    Wah opening tulisan ini tentang memberi kesempatan, benar banget. Malah jadi lebih tenang rasanya kalau sudah bisa memberi kesempatan pada orang lain ya.

    BalasHapus
  2. motivasi dan inspiratif sangat penting saat kondisi gini, sedikit atau banyak sangat bermanfaat dalam bertahan di keadaan gini

    BalasHapus
  3. Ahh, aku banget ini mbak. Privasi status apalagi di whatsapp hehehee. Terus sikap ragu-ragu saat mau posting. Iya nggak ya, nanti ini ini. Ahh nggak deh. JAdi kalau udah posting pas ragu sama responnya yg lihat, jadi aku hapus tuh statusku

    Mas Kinza keren deh, bisa bantuin Ummi dan dapat diandalkan ya. Semangat Mas Kinza.
    Empati, yah. perlu banget dan ditanamkan sejak dini mungkin ini.

    TFS yah Mbak

    BalasHapus
  4. Aku juga suka privat status, tapi di WA, Mbak Inuel. Kalau di Facebook jarang sih, paling kalau ragu-ragu ga jadi. Atau saya hapus karena khawatir bikin masalah malahan. Soal empati, saya setuju setiaop orang memilikinya. Hanya saja kadang ga diasah ya, jadi pas dewasa jadi jadi pribadi yng nyebelin atau malah julid. Semoga ananda makin rajin dan anak saleh ya. Jangan lelah menebarkan status inspiratif.

    BalasHapus
  5. Engga punya sih status di privat di FB. Soalnya jarang nyetatus juga sih. Hehe...Tapi bagus aja sih, tidak mengumbar segala hal di medsos. Menuliskan status inspiratif tujuannya sebagai introspeksi agar menjadi manusia yang lebih baik. Sip...salut...

    BalasHapus
  6. Walau batal upload status, tapi kan inspiratif mba.. hehe malah bisa jasa topik yang bermanfaat di blog. Semoga makin banyak yg baca...

    Nomor 1 tuh yg saat ini problem bgt buat aku. Biasanya anak-anak membicarakan hal yg menurut orang tua tidak penting sehingga malas mendengarkannya. Padahal, setiap ungkapan,penjelasan anak itu penting bgt.... hiks hiks semoga bisa makin menjadi orang tua yg mau mendengarkan anak.

    BalasHapus
  7. Saya termasuk jarang bikin status private, hehe, seringya lupa, jadi main post aja. Tapi justru di situ yang akhirnya membuat saya agak hati-hati dalam menulis di media sosial. Soal kesempatan ini jadi reminder banget buat saya. Betapa seringnya saya tidak memberikan kesempatan pada anak-anak untuk menjelaskan. Buru-buru saya marah dan mengomeli mereka. hiks hiks.

    BalasHapus
  8. Cinta itu kesabaran memang bener mbak, sama semuanya ga cuma pasangan. Ke anak ke keluarga dan lainnnya..
    Thanks mbak menginspirasi ini

    BalasHapus
  9. Saya suka bagian empati. Dan bener banget, penting bagi orang tua ubtuk mengasah empati sejak kecil pada anak2. Sebagai bekal saat mereka menghadapi orang2 di sekitarnya

    BalasHapus
  10. Entah kenapa akhir-akhir ini, eh sudah lebih dari setahun tepatnya sih malas buat status facebook dan malah seringnya lupa ngecek. Dulu awalnya meninggalkan fb itu sulit luar biasa, tapi setelah mematikan notifikasi jadi terbiasa nggak ngecek, nggak stalking, nggak nyecrol, llalu terbiasa nggak bikin status. Akhirnya malas bikin status sampai tahap lupa. Sampai sekarang belum pernah memprivate status sih.

    BalasHapus
  11. Postingan-postingannya sangat menginspirasi Mbak Husnul. Kalau saya, jarang memprivat postingan di medsos, karena memang bukan hal pribadi atau rahasia. paling seputar tips menulis dan jalan-jalan wisata.
    Tapi yang pasti bagi saya medsos sangat bermanfaat, karena bisa dipakai untuk berbagi cerita.

    BalasHapus
  12. Dulu sering bikin status di FB, sekarang sudah jarang. Salah satu alasannya juga itu ragu-ragu. Gak kepikiran bisa manfaatkan fitur privacy.

    BalasHapus
  13. Suka banget bagian empatinya mbak.. emang bener dri kecil mestinya ditanamkan ttg empati ini

    Faktanya byk org dewasa ga punya empati . Empati barang mahal mbakkk hihi. Makasih status inspiratifnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak Dini, mahal dan perlu diasah :D

      Hapus
  14. Suka dengan kalimat yang ini
    Empati ada dalam setiap orang, hanya saja.. kita memilih untuk membiasakan ia menjadi gaya hidup kita atau memilih untuk menguburnya. Semuanya hanya tentang pilihan.

    BalasHapus