5 Sektor Startup di Indonesia yang Paling Potensial

Posting Komentar

Berbicara tentang startup di Indonesia, levelnya memang belum sebanding dengan sejumlah startup yang ada di Kanada, India, ataupun Amerika. Meski levelnya belum sejajar dengan negara-negara maju tersebut, namun startup lokal sebenarnya memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lumayan cepat.

Jika diukur dari jumlah startup yang ada, Indonesia justru menempati peringkat 5 sebagai penghasil startup terbanyak di dunia menurut data tahun 2019 dari Startup Ranking.

5 Sektor Startup di Indonesia

Sayangnya, tidak banyak startup lokal yang tumbuh menjadi unicorn dan go internasional. Tercatat, setidaknya ada 6 startup Indonesia yang saat ini sudah mulai menunjukkan tajinya. Sebut saja, 

  1. Go-Jek yang bergerak di bidang layanan pengiriman, pesan antar makanan, hingga transportasi umum. Meski baru berdiri pada tahun 2010, namun startup Indonesia ini selain populer di tanah air juga berusaha berekspansi ke beberapa negara tetangga seperti, Singapura, Vietnam, hingga Thailand
  2. Traveloka menempati peringkat kedua sebagai startup Indonesia yang sukses di dunia internasional. Sepertinya banyak kita tahu, Traveloka yang didirikan pada tahun 2012 oleh trio, Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang ini tidak hanya tersedia untuk masyarakat Indonesia saja, tapi juga ada di beberapa negara Asia lainnya. Seperti misalnya, Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, dan tidak ketinggalan pula negeri jiran Malaysia
  3. Tokopedia. Perusahaan ecommerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison ini dipilih sebagai “Marketeers of the Year” pada Markplus Conference 2015, dan meraih predikat Best Company in Consumer Industry pada tahun 2016
  4. HijUp adalah e-commerce B2C fashion yang didirikan oleh Diajeng Lestari, yang secara spesifik menawarkan berbagai macam busana muslimah. Startup HijUp kini sudah go international dan bisa dinikmati di sejumlah negara lain termasuk, Arab Saudi, Timur Tengah, Uni Emirat Arab, Australia, Singapura, dan Malaysia
  5. OVO sukses menjadi salah satu startup Indonesia yang meraih gelar Unicorn pada tahun 2019 lalu. Startup dompet digital yang didirikan oleh Lippo Group ini, pada awal tahun 2020 lalu memiliki valuasi sekitar USD 2,9 
  6. HappyFresh mungkin masih terdengar asing di telingamu. Wajar, mengingat startup Happyfresh ini baru saja muncul. Happy Fresh adalah startup yang bergerak di bidang belanja online dengan portal layanan belanja lokal

Sektor Startup di Indonesia yang Paling Potensial

Jika diperhatikan, daftar startup yang telah saya sebutkan di atas rata-rata bergerak di bidang ecommerce (layanan belanja online) serta financial. Selain dua sektor tersebut, masih ada beberapa sektor startup yang berpotensi bisa tumbuh dan berkembang secara signifikan di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah daftar lima sektor startup paling potensial di Indonesia.

1. ECommerce

E-commerce adalah salah satu sektor startup yang paling menjanjikan, terutama setelah adanya pandemi covid-19. Dimana masyarakat kini lebih senang berbelanja secara daring dibandingkan datang langsung datang ke pusat perbelanjaan.

2. Finansial teknologi

Teknologi finansial atau dalam istilah asing disebut finansial teknologi dan sering disingkat fintech, adalah sektor startup lainnya yang cukup menjanjikan. Mengapa? Saat ini masyarakat semakin banyak menggunakan teknologi finansial berbasis digital mengingat, ada banyak layanan fasilitas yang tersedia untuk mendukung fintech.

Pandemi covid 19, juga turut membuat potensi fintech meningkat. Mengingat, semakin banyak orang yang berusaha untuk menghindari pembayaran atau penerimaan dana secara tunai (cash) sebagai langkah untuk memutus coronavirus.

3. Teknologi kesehatan

Masih akibat pandemi covid-19, teknologi kesehatan dianggap sebagai salah satu sektor startup yang juga menjanjikan. Mengingat, covid-19 masih menjadi momok yang menakutkan, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh belahan dunia.

Dengan bantuan teknologi kesehatan, kini kita tak perlu lagi repot mengantri untuk mendaftar dan melakukan pemeriksaan di rumah sakit, kita bahkan bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter dari rumah.

4. Logistik dan transportasi

Tingginya aktivitas belanja online membuat permintaan layanan jasa pengiriman barang terus meningkat dari waktu ke waktu. Terbukti, saat ini semakin banyak perusahaan logistik baru yang meraih popularitas dengan cepat. Sebut saja, GoSend, Grab Express, SiCepat, J&T, Ninja Express, hingga Lion Parcel.

5. Pendidikan

Sudah beberapa tahun belakangan ini sektor pendidikan beralih dari pertemuan tatap muka menjadi pertemuan daring akibat covid-19. Belajar dari rumah dengan menggunakan teknologi seperti internet dan smartphone membuat teknologi pendidikan sangat diminati. Terbukti, jumlah unduh (download) aplikasi di kategori pendidikan terus meningkat selama pandemi ini. Bahkan, jumlah pengguna yang mendaftar di kursus-kursus online terus meningkat.

Kesimpulan

Startup di Indonesia yang memiliki potensi menjanjikan tidak hanya terbatas pada sektor e-commerce, fintech, pendidikan, teknologi kesehatan, hingga logistik dan transportasi, tapi juga, masih ada banyak sektor-sektor lain yang berpotensi untuk dikembangkan. Tugas kita adalah untuk menemukan sektor-sektor tersebut dan mengembangkannya hingga menjadi Unicorn yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Husnul Khotimah
Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

Related Posts

Posting Komentar